Pesantren Putri ‘Aisyiyah Qur’anic Boarding School (AQBS) Ponorogo melaksanakan Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran santriwati.
Kegiatan ini berlangsung selama sembilan hari dan bertempat di aula lantai dua gedung kelas AQBS.
Pembukaan PTS berlangsung pada Senin (06/10/2025) pukul 07.30 WIB dan terhadiri seluruh santriwati mulai dari kelas 7 SMP hingga kelas 12 SMA.
Nasihat Direktur AQBS Ponorogo
Acara berawal dengan sambutan dan pesan nasihat dari Direktur AQBS Ponorogo, Ustadz Rifqi Ihsanu Najib MPd.
Dalam sambutannya, Ustadz Rifqi menyampaikan bahwa ujian merupakan momen penting dalam perjalanan pendidikan santriwati. Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan PTS menjadi tanda bahwa para santriwati telah menempuh tiga bulan pertama proses belajar di semester ini.
“Hari ini kalian telah menghadapi PTS. Ini menandakan kalian sudah belajar tiga bulan pertama. Ujian adalah rangkaian dari proses pendidikan. Kalian akan dicoba, dinilai, dan dievaluasi dari proses pembelajaran yang telah dilalui. Dari sini akan terlihat apa yang perlu diperbaiki dan apa yang harus ditingkatkan” ujar beliau.
Beliau menegaskan bahwa “Al-Imtihanu Syai’un ‘Azimun”, ujian adalah sesuatu yang agung dan sakral. Menurutnya, banyak ujian di luar sana yang kehilangan nilai kehormatan karena praktik kecurangan. Namun pesantren hadir untuk menanamkan nilai kejujuran sejak dini.
“Bersyukurlah kalian di pesantren. Di sini, ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian. Ujian mengajarkan banyak nilai kehidupan — terutama kejujuran dan kedisiplinan. Jangan sampai mencontek, karena itu akan merugikan diri sendiri” pesannya.
3 Kunci Sukses Ujian
Dalam nasihatnya, beliau juga memaparkan tiga kunci pokok sukses dalam menghadapi ujian, yaitu:
- Al-Isti’dad (Persiapan). Beliau menjelaskan bahwa belajar harus dilakukan dengan panduan dan ukuran yang jelas. “Belajar harus terarah dan disiplin. Jangan hanya menghafal, tapi pahami maknanya. Jadilah pembelajar yang memahami, bukan seperti burung beo yang hanya bisa melafalkan tanpa mengerti maknanya. Siapkan jadwal belajar yang baik dan konsisten” tuturnya.
- Al-Jiddiyah (Kesungguhan). Ia menegaskan pentingnya kesungguhan dan fokus dalam belajar. “Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jangan ikut-ikutan. Jauhi kecurangan. Nilai berapa pun yang kalian dapatkan jika jujur, itu akan mengangkat kehormatan diri” tambah beliau.
- Tawakal ‘Alallah (Berserah Diri kepada Allah). Setelah usaha dilakukan, santriwati harus berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT. “Usaha tanpa doa tidak akan sempurna. Jangan lupa berdoa, minta kemudahan kepada Allah. Mintalah doa dari orang tua, guru, dan teman. Kita tidak tahu doa siapa yang dikabulkan oleh Allah,” pesannya.
Kegiatan pembukaan PTS ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Para santriwati tampak antusias serta termotivasi untuk menghadapi ujian dengan kejujuran, kesungguhan, dan tawakal kepada Allah SWT.
Dengan semangat tholabul ‘ilmi, harapannya PTS di AQBS Ponorogo tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik.
Tetapi, juga menjadi momentum pembentukan karakter dan spiritualitas santriwati. Hal ini agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, kompeten, dan berkarakter.






0 Tanggapan
Empty Comments