Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Puasa, Bengkel Tahunan bagi Tubuh dan Jiwa

Iklan Landscape Smamda
Puasa, Bengkel Tahunan bagi Tubuh dan Jiwa
Foto: Getty Images
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM
pwmu.co -

Kendaraan perlu servis rutin agar tetap baik, tidak ngadat apalagi sampai mogok. Juga demikian halnya dengan tubuh. Selama berbulan-bulan kita makan dan minum berbagai macam makanan tanpa jeda. Tubuh bekerja terus tanpa “istirahat”.

Hadis populer yang sering dikutip terkait puasa membuat tubuh sehat adalah

وَصُومُوا تَصِحُّوا

“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Awsath, [Kairo, Darul Haramain, 1415], jilid VIII, hlm. 174)

Al-Munawi menjelaskan, hadits di atas mengisyaratkan bahwa puasa tidak hanya berfungsi sebagai ibadah spiritual, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan lahir dan batin.

Secara fisik, puasa membantu menjaga kesehatan tubuh dengan memberikan waktu istirahat bagi organ pencernaan, membuang racun, dan memperkuat daya tahan tubuh.

Sedangkan secara batin, puasa melatih jiwa untuk menahan hawa nafsu, membersihkan hati, dan memperkuat kekuatan rohani. Kesehatan batin ini muncul dari kemampuan puasa dalam menundukkan nafsu, melatih kesabaran, dan meningkatkan ketakwaan.

Hadis “Shumu Tashihhu” menegaskan bahwa puasa, baik wajib maupun sunnah, menjadi mekanisme tubuh untuk detoksifikasi, mengistirahatkan pencernaan, dan membuang racun yang terakumulasi.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai hadis puasa dan kesehatan:

• Bunyi Hadis: صُومُوا تَصِحُّوا (Shumu Tashihhu) – “Berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat”.

• Kesehatan Fisik: Puasa membantu mengistirahatkan organ pencernaan, mencegah penumpukan zat racun dalam sel, dan mengatasi kegemukan.

• Kesehatan Mental & Spiritual: Selain fisik, puasa menjadi perisai tubuh, menyucikan jiwa, dan menguatkan hati.

• Kesehatan secara Umum: Meskipun sebagian ulama menyebut sanad hadis ini lemah, maknanya dinilai benar oleh banyak ulama (hasan) dan didukung bukti medis, di mana puasa berperan layaknya senjata untuk membuang zat racun.

Menurut kritikus hadits seperti Al-Munawi mengutip penilaian Zainuddin al-‘Iraqi, bahwa hadits tersebut dha’if. Ia menyadur riwayat milik Ibnus Sunni dan Abu Nu’aim yang keduanya menurut al-‘Iraqi dha’if. (Faydhul Qadir, jilid XV, hlm. 30 dan Al-Iraqi dalam Al-Mughni ‘an Hamlil Asfar, jilid II, hlm. 754).

Ada hadis yang maknanya berkaitan dengan pesan hdits di atas, sebagaimana di tulis Imam Al-Ghazali mengutip satu hadits dalam kitab Ihya’nya yang berbunyi:

الْبِطْنَةُ أَصْلُ الدَّاءِ وَالْحِمْيَةُ أَصْلُ الدَّوَاءِ

“Perut adalah asal muasal penyakit, dan pola makan adalah asal muasal obatnya.” (Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali, Ihya’ Ulumiddin, [Beirut, Darul Ma’rifah], juz III, halaman 87).

Kesehatan jasmani dan rohani saling berkaitan, di mana kesehatan tubuh menjadi sarana penting dalam menyempurnakan amal ibadah. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Imam ash-Shan’ani dalam penjelasan hadits di atas:

وصحة الأبدان مطلوبة؛ لأن بها كمال الدين والدنيا، يقال مفتاح الهدى والصحة الجوع لأن الأعضاء إذا أدنيت لله نور الله القلب وصفى النفس وقوي الجسم

“Kesehatan badan adalah sesuatu yang dituntut, karena dengan kondisi tubuh sehat, urusan agama dan dunia akan sempurna. Ada yang mengatakan, bahwa kunci petunjuk dan kesehatan adalah rasa lapar, karena jika anggota tubuh dilemahkan dengan niat karena Allah, maka Allah akan menerangi hati, menyucikan jiwa, dan memperkuat tubuh.” (At-Tanwir Syarhul Jami’ ash-Shaghir, [Riyadh, Maktabah Darus Salam, 2011], jilid VII, hlm. 15).

Iklan Landscape UM SURABAYA

Puasa adalah waktu yang tepat untuk “servis total” tubuh setelah 11 bulan bekerja tanpa henti, berfungsi sebagai momen reset fisik, pikiran, dan hati.

Secara medis, puasa memicu autofagi (perbaikan sel rusak), detoksifikasi racun, menurunkan gula darah, dan membakar lemak. Ini adalah kesempatan mengistirahatkan pencernaan dan menata ulang ritme tubuh agar lebih bugar.

Berikut manfaat “servis tubuh” saat puasa:

1. Detoksifikasi & Regenerasi sel: Tubuh membuang sel-sel yang rusak dan menggantinya dengan yang baru, meningkatkan kesehatan sel.

2. Perbaikan Metabolik: Menurunkan risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kontrol gula darah.

3. Penurunan Berat Badan: Tubuh menggunakan lemak cadangan sebagai energi, membantu menurunkan berat badan secara alami.

4. Kesehatan Mental dan Fokus: Puasa membantu mengurangi tingkat stres dan meningkatkan fokus ketika fokus beralih ke dzikir dan ibadah dengan tulus.

Tips “servis tubuh” maksimal saat puasa:

1. Sahur dan Buka Sehat: Hindari makanan berminyak/manis berlebihan, pilih karbohidrat kompleks dan serat.

2. Hidrasi: Pastikan minum air putih cukup (setidaknya 8 gelas) di antara waktu buka dan sahur.

3. Istirahat Cukup: Tidur minimal 7 jam dengan mengatur ulang jadwal tidur agar tetap fit.

4. Tetap aktif: Lakukan olahraga ringan atau rutin untuk mempercepat pembakaran lemak.

Jadikan Ramadan sebagai momen istimewa untuk memperbaiki diri, baik dari segi kesehatan jasmani maupun ketakwaan rohani.

Puasa mempunyai keutamaan yang banyak, baik lahir maupun bathin, secara hakekat puasa bertujuan seperti firman Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Puasa melatih kita menahan diri, mengontrol nafsu, dan lebih sadar dalam menjalani hidup. Dampaknya bukan hanya pada hati, tapi juga terasa pada tubuh. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu