Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Puji PCIM Malaysia, Abdul Mu’ti Dukung Sekolah Internasional Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Puji PCIM Malaysia, Abdul Mu’ti Dukung Sekolah Internasional Muhammadiyah
pwmu.co -
Dokumentasi Prof Dr Abdul Mu’ti MEd ketika berkunjung ke Kantor Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Malaysia (Istimewa/PWMU.CO)

PWMU.CO – Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, melontarkan pujian setinggi langit kepada Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia dalam kunjungannya baru-baru ini di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (17/6/2025).

Beliau menyebut PCIM Malaysia sebagai cabang Muhammadiyah terhebat di dunia, baik di Indonesia maupun di luar negeri, terutama karena kemampuannya memiliki kantor sendiri, sebuah keunikan yang jarang dimiliki cabang lain.

“Kebanyakan cabang tidak punya kantor sendiri,” ujar Prof Dr Abdul Mu’ti. “PCIM Malaysia ini adalah cabang terhebat di dunia.”

Pujian tersebut tidak berhenti di situ. Prof Dr Abdul Mu’ti kemudian mengemukakan ide besar untuk mendorong PCIM Malaysia mendirikan Sekolah Internasional Muhammadiyah (SIM). Gagasan ini muncul setelah melihat aset yang dimiliki PCIM Malaysia, termasuk sebuah bangunan dengan luas tanah yang cukup besar, diperkirakan mencapai 500 meter persegi dengan dua lantai.

“Kalau misalnya mau dibikin sekolahnya di sini, tinggal ditambahkan lantainya ke atas,” tuturnya penuh keyakinan. “Sudah ada modalnya.”

Beliau menambahkan bahwa keberadaan warga Muhammadiyah Malaysia yang aktif akan sangat mempermudah proses ini. Selain itu, lokasi kantor PCIM Malaysia juga dinilai memiliki ruang parkir yang luas, menjadi modal tambahan yang menjanjikan untuk pengembangan sekolah.

Prof Dr Abdul Mu’ti mendorong PCIM Malaysia untuk segera membuat master plan setelah pertemuan ini, untuk kemudian dibicarakan lebih lanjut. Terkait nama sekolah, beliau menyarankan agar menyertakan unsur “Indonesia” untuk menghindari kendala birokrasi, mengusulkan nama seperti “Habibi” atau “Buya Hamka” yang dikenal luas di Malaysia dan Indonesia. Nama-nama tokoh ini tidak hanya merepresentasikan Muhammadiyah tetapi juga diaspora Indonesia yang ingin berkontribusi pada pendidikan.

“Apalagi forum ini semakin malam akan semakin maqbul,” selorohnya, merujuk pada semangat yang membara. Ide ini diharapkan dapat membantu anak-anak Indonesia dan diaspora lainnya yang ingin belajar dan memadukan pendidikan dengan visi kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Dr Abdul Mu’ti juga memberikan motivasi kepada para diaspora Indonesia di Malaysia agar tidak merasa rendah diri, meskipun banyak yang berprofesi sebagai pekerja. Ia mengambil contoh sejarah kerajaan Islam Mamluk yang didirikan oleh para mantan budak, serta pembangunan Australia oleh narapidana. Beliau juga mencontohkan kisah Syekh Yusuf al-Makassari, seorang ulama besar yang dibuang oleh Belanda ke Cape Town, Afrika Selatan, namun berhasil membangun komunitas keturunan Makassar di sana.

“Jangan merasa rendah diri karena profesi kita,” tegasnya. “Kita yakin bahwa kita akan punya sekolah. Jalan itu ada.”

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal bagi PCIM Malaysia untuk merealisasikan impian besar mendirikan Sekolah Internasional Muhammadiyah, yang tidak hanya akan menjadi kebanggaan Muhammadiyah, tetapi juga simbol kontribusi diaspora Indonesia di kancah pendidikan global. (*)

Penulis M Tanwirul Huda Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu