Search
Menu
Mode Gelap

Puncak Hari Guru Mubosta: Apresiasi Tak Seberapa untuk Dedikasi Tak Terbatas

Puncak Hari Guru Mubosta: Apresiasi Tak Seberapa untuk Dedikasi Tak Terbatas
Puncak Hari Guru Nasional 2025 di SMP Muhammadiyah 9 Tanggulangin Sidoarjo (Foto: Asfi Maghfiroh/PWMU.CO)
pwmu.co -

Di tengah tuntutan inovasi dan adaptasi yang masif dalam pendidikan era digital, SMP Muhammadiyah 9 Boarding School (Mubosta) PPM An Nur Sidoarjo memilih untuk kembali pada esensi kemanusiaan, yaitu apresiasi dan kekeluargaan.

Puncak perayaan Hari Guru yang digelar pada Jumat (28/11/2025) bukan hanya sekadar seremoni tahunan, melainkan pengakuan tulus terhadap peran guru yang tak tergantikan, mulai dari kecanggihan teknologi hingga sentuhan kasih sayang di kelas.

Acara yang khidmat dan penuh makna ini diawali dengan upacara bendera khusus dengan petugas seluruh ustaz dan ustazah, yang kemudian dilanjutkan dengan momen inti yang paling ditunggu, yakni pembagian hadiah berdasarkan nominasi.

Sekolah ini memahami bahwa kinerja guru tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari soft skill serta kontribusi emosional yang mereka berikan kepada siswa dan lingkungan sekolah.

Beberapa nominasi yang diberikan kepada guru di antaranya Guru Penyayang, Guru Inovatif, Guru Sahabat, Guru Perfeksionis, Guru Humoris, Guru Inspiratif, Guru Tegas, dan Guru Idealis.

Nominasi ini secara eksplisit menyoroti pergeseran peran guru saat ini. Di era ketika siswa dapat mengakses informasi dengan mudah melalui gawai dan kecerdasan buatan (AI), peran guru sebagai sumber ilmu mulai bergeser menjadi fasilitator, mentor karakter, dan pembentuk empati.

Mengapresiasi Rasa di Tengah Derasnya Teknologi

Ketua pelaksana kegiatan, Moh. Ifantri Agung Saputra selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, menyampaikan bahwa pengadaan nominasi tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menghargai seluruh kerja keras dewan guru.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Sekolah yang berprestasi itu karena guru-gurunya juga berprestasi. Maka, dengan kegiatan di puncak Hari Guru itu, kami mengapresiasi seluruh kerja keras guru-guru yang ada,” ujarnya.

Ia mengakui bahwa hadiah yang diberikan mungkin tak seberapa, namun makna di baliknya jauh lebih besar.

“Hadiah tak seberapa, tapi semoga bisa menambah kekeluargaan dan ke depan semoga lebih baik lagi,” tambahnya, menekankan bahwa inti dari perayaan ini adalah mempererat ikatan emosional antarsesama pendidik.

Pernyataan tersebut relevan dengan kondisi guru di Indonesia saat ini. Tantangan terbesar guru bukan lagi sekadar mengajar materi, melainkan bagaimana menyeimbangkan tuntutan literasi digital dan pentingnya pembangunan karakter siswa di tengah banjir informasi.

Guru kini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan teknologi, mengintegrasikan platform digital, membuat konten pembelajaran yang interaktif, serta memahami bagaimana AI dapat membantu, bukan menggantikan, proses belajar.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments