Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PWA dan IGASI Jatim Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Guru Sekolah Inklusi

Iklan Landscape Smamda
PWA dan IGASI Jatim Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Guru Sekolah Inklusi
pwmu.co -
elatihan bahasa isyarat Bisindo level 1 dari tim Parakerja sebagai upaya peningkatan mutu guru inklusi yang melayani peserta didik tuli sebagai bentuk kepedulian PWA dan IGASI Jawa Timur untuk mendukung pendidikan inklusi yang lebih baik. (Dhea/PWMU.CO)
elatihan bahasa isyarat Bisindo level 1 dari tim Parakerja sebagai upaya peningkatan mutu guru inklusi yang melayani peserta didik tuli sebagai bentuk kepedulian PWA dan IGASI Jawa Timur untuk mendukung pendidikan inklusi yang lebih baik. (Dhea/PWMU.CO)

PWMU.CO – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) dan Ikatan Guru Aisyiyah Seluruh Indonesia (IGASI) Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi bagi para pendidik di sekolah inklusi. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom selama tiga hari, pada (3–5/7/2025), dan diikuti oleh 40 peserta dari jenjang SD, MI, SMP/MTs, SMA, hingga pondok pesantren Aisyiyah se-Jawa Timur.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), khususnya untuk memfasilitasi komunikasi yang efektif dengan peserta didik tuli. Dalam proses pembelajaran yang inklusif, kemampuan berkomunikasi menjadi kunci utama, dan penguasaan bahasa isyarat diyakini dapat memperkuat relasi guru dan siswa di kelas.

Hari Pertama: Dasar-Dasar BISINDO dan Pengenalan Budaya Tuli

Pelatihan hari pertama dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka dengan sambutan dari Ketua PWA Jawa Timur, Dra. Rukmini, M.Ap. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah berdiri atas tiga pilar: pendidikan (schooling), kesehatan (healing), dan sosial. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua Majelis PAUDASMEN, Dra Rochmi Aida MPd serta Dra Siti Asmah MPd.

Sesi pelatihan dibuka dengan materi “Pemahaman Budaya Tuli” oleh tim Parakerja, yang juga membagi peserta ke dalam empat kelompok dengan masing-masing satu tutor profesional. Materi hari pertama difokuskan pada dasar-dasar BISINDO, seperti huruf abjad, angka, kata sapaan, lima kata ajaib, serta nama hari dan bulan.

Meskipun beberapa peserta awalnya mengalami kesulitan mempraktikkan bahasa isyarat, antusiasme tinggi membuat mereka cepat beradaptasi. Sebagai tugas akhir hari pertama, peserta diminta membuat video perkenalan dalam BISINDO dan mengunggahnya ke Google Drive yang telah disediakan.

Hari Kedua: Penguasaan Kosakata dan Struktur Kalimat

Hari kedua pelatihan mengangkat materi yang lebih kompleks. Peserta dibekali dengan kosakata baru, seperti nama pulau dan provinsi di Indonesia, warna, hewan, kendaraan, benda di kelas, serta kosakata terkait dunia pendidikan. Fokus utama adalah menyusun kalimat sesuai struktur BISINDO, yang berbeda dengan bahasa Indonesia, yaitu: tempat – waktu – objek – subjek – aktivitas.

Perbedaan ini menjadi tantangan baru bagi peserta. Namun, tutor memberikan pendampingan intensif dan membuka ruang diskusi agar peserta dapat memahami dan menyusun kalimat dengan benar. Sesi hari kedua ditutup dengan forum tanya jawab dan berbagi pengalaman antar peserta.

Hari Ketiga: Evaluasi dan Refleksi

Hari terakhir pelatihan difokuskan pada evaluasi. Setiap peserta mengikuti ujian pemahaman BISINDO secara individu melalui breakout room selama kurang lebih 10 menit. Mereka diminta mempraktikkan perkenalan, penggunaan kosakata, dan penyusunan kalimat sesuai struktur BISINDO. Tutor juga menilai video tugas yang dikumpulkan peserta sebagai bagian dari penilaian akhir.

Pelaksanaan ujian berjalan tertib dan tepat waktu. Para tutor turut memberikan dukungan, apresiasi, dan semangat kepada seluruh peserta atas kerja keras mereka selama pelatihan.

Acara ditutup dengan sesi kesan dan pesan dari peserta dan panitia. Salah satu peserta dari SD Aisyiyah 1 Nganjuk menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat dilanjutkan secara luring agar pemahaman lebih maksimal. Panitia juga berharap kegiatan ini menjadi awal dari pendampingan berkelanjutan bagi guru-guru inklusi dalam mengembangkan keterampilan bahasa isyarat.

“Kami berharap ke depan pelatihan ini dapat terus berlanjut, sehingga kemampuan dan keterampilan guru inklusi dalam berbahasa isyarat semakin meningkat,” ujar salah satu panitia. (*)

Penulis Dyah Ayu Setyo Pramesti Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu