PWMU.CO – Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur (Jatim) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinas Kominfo) Jatim menyelenggarakan pelatihan Artificial Intelligence (AI) dengan tema “Pemberdayaan Kader Aisyiyah di Era Digital dalam Memanfaatkan AI untuk Dakwah dan Pendidikan di Jawa Timur,” pada Kamis (31/7/2025).
Acara ini diselenggarakan di Ruang Anjasmoro, Gedung Kominfo Jatim. Pelatihan ini dihadiri oleh 100 peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai majelis dan lembaga PWA Jatim, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita RDA SSi MIP. Sherlita menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang kemudian diturunkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Namun, sebenarnya bagi kami, MoU itu hanya penegasan legalitas saja. Tapi tanpa MoU dan PKS pun, kami tetap senang hati membantu. Karena ini bagian dari syiar Kominfo terkait literasi digital. Kita jangan sampai gaptek. Kami juga bisa menyiapkan kegiatan dalam bentuk Zoom dengan kapasitas hingga 1.500 peserta,” ungkapnya.
Wakil Ketua PWA Jatim, Budiyati MPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara hari ini merupakan tindak lanjut dari “hadiah” Milad ke-108 yang digelar pada 1 Juli lalu di ATC Purwodadi, Pasuruan, yang telah ditandai dengan penandatanganan PKS antara PWA Jatim dan Dinas Kominfo Jatim.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagai implementasi dari program Kesepakatan Bersama (KSB), PWA Jatim telah menandatangani PKS dengan 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya dengan Dinas Kominfo Jatim.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi ada keberlanjutan. Tidak hanya dalam bentuk pemberian materi pengetahuan, namun juga praktik langsung berbagai program IT dari Kominfo Jatim, termasuk dari bidang-bidang lainnya yang dapat dikerjasamakan dengan Aisyiyah yang tersebar di 38 kabupaten/kota. Dengan demikian, semua dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui program Cerdas Digital (CERDIG) Jatim,” tuturnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber yang merupakan seorang Project Analyst and Software Developer, Mochammad Ismanu Roziqi. Pada kegiatan ini, Ismanu memaparkan tentang Teknologi Digital untuk Dakwah Islam.
Menurutnya, teknologi digital dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan dakwah dan pendidikan.
“Dengan menggunakan AI, kita dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dakwah serta pendidikan. Teknologi akan membantu para pengemban berkonsentrasi dalam dakwah, sementara aktivitas lainnya seperti menerjemahkan, menulis, menyiapkan presentasi, hingga menyebarluaskan, sebagian dapat diserahkan kepada teknologi. Pengemban dakwah wajib memiliki kompetensi plus agar dakwahnya tidak tergerus oleh teknologi,” jelasnya.
Acara ini berlangsung dengan sangat menarik dan ditutup dengan praktik langsung memanfaatkan berbagai tools seperti untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) prompt ChatGPT, Prezi, Gamma, Canva, dan FlexClip. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments