Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PWM Jatim: Idulfitri 1447 H Jatuh 20 Maret 2026, Warga Diminta Jaga Toleransi

Iklan Landscape Smamda
PWM Jatim: Idulfitri 1447 H Jatuh 20 Maret 2026, Warga Diminta Jaga Toleransi
Ketua PWM Jatim Prof. Sukadiono. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM menegaskan komitmen organisasinya untuk menindaklanjuti maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Dalam maklumat tersebut, Hari Raya Idulfitri ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sukadiono menjelaskan bahwa keputusan yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut telah disosialisasikan secara menyeluruh di wilayah Jawa Timur. Sosialisasi dilakukan kepada seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah, cabang, hingga ranting, termasuk seluruh amal usaha Muhammadiyah di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial.

“PWM Jawa Timur berkomitmen untuk menindaklanjuti keputusan pimpinan pusat Muhammadiyah terkait penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang diril di kanal Youtube PWMU.TV, Kamis (19/3/2026).

Dia menambahkan, langkah ini merupakan bentuk kepatuhan struktural sekaligus upaya menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah di lingkungan Muhammadiyah.

Namun demikian, Sukadiono juga mengakui adanya potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri di tengah masyarakat. Ia menyebut, kemungkinan sebagian umat Islam akan merayakan Idulfitri pada 21 Maret 2026, sehingga perbedaan tersebut perlu disikapi dengan bijak.

Dalam konteks itu, ia mengimbau seluruh warga Muhammadiyah di Jatim  untuk tetap mengedepankan sikap saling menghormati dan menjaga solidaritas. Menurutnya, perbedaan dalam penetapan hari raya merupakan hal yang lumrah dan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Yang harus kita kedepankan adalah solidaritas, tenggang rasa, dan saling menghormati. Perbedaan satu hari dalam berhari raya bukanlah persoalan yang perlu dipertajam,” tegasnya.

Sukadiono juga mengingatkan bahwa umat Islam pada dasarnya adalah satu kesatuan. Oleh karena itu, nilai kebersamaan dan persaudaraan harus tetap dijaga, meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan waktu ibadah.

“Pada akhirnya kita semua adalah umat Islam. Perbedaan yang ada hendaknya menjadi rahmat, bukan justru menimbulkan perpecahan,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Satria - 19/03/2026 15:19
  • Agus Wahyudi - 19/03/2026 15:00
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡