Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melakukan perubahan jadwal pelaksanaan Kajian Ramadan 1447 Hijriah/2026 M. Kegiatan tahunan yang kali ini mengusung tema besar “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” tersebut akan digelar di Aula Ahmad Zainuri, Universitas Muhammadiyah (UM) Jember, pada Sabtu–Ahad, 21–22 Februari 2026.
Forum ilmiah-keagamaan ini dipastikan menghadirkan sejumlah tokoh nasional. Di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005–2015 Prof. Din Syamsuddin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof, Abdul Mu’ti, serta Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni.
Rangkaian kegiatan pada Sabtu (21/2/2026) diawali dengan heregistrasi peserta pukul 09.00–11.30 WIB, dilanjutkan istirahat dan salat zuhur. Pra acara pembukaan dimulai pukul 13.00 WIB dengan rangkaian seremoni, termasuk sambutan dari Rektor UM Jember Dr. Hanafi, M.Pd dan Ketua PWM Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM.
Pada pukul 13.45 WIB, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dijadwalkan menyampaikan sambutan bertajuk “Kebijakan Pelestarian Lingkungan dan Mitigasi Bencana.” Sesi ini menjadi penegasan pentingnya sinergi antara kebijakan negara dan gerakan masyarakat sipil, termasuk Muhammadiyah, dalam merespons krisis ekologis.
Agenda dilanjutkan dengan launching buku oleh panitia, sebelum memasuki keynote speech oleh Haedar Nashir bertema “Ekoteologi, Kebencanaan, dan Peran Muhammadiyah.” Dalam paparannya nanti, Haedar diproyeksikan menekankan pentingnya teologi yang tidak berhenti pada wacana normatif, tetapi bertransformasi menjadi aksi nyata dalam menjaga bumi sebagai amanah kekhalifahan.
Kajian I menghadirkan Rahmawati Husein, MCP, Ph.D, dosen UM Yogyakarta sekaligus Anggota Unsur Pengarah BNPB, dengan tema “Hidup di Negeri Rawan Bencana: Bagaimana Menyikapinya?” Sesi ini dimoderatori Prof. Biyanto.
Memasuki sore hari, peserta akan mengikuti Kajian Jelang Berbuka yang diisi sambutan Gubernur Jawa Timur serta hikmah Ramadan oleh Prof. Dr. Aminulloh El-Hadi, Ketua PDM Jember. Kegiatan dilanjutkan buka puasa bersama, salat Maghrib, dan Tarawih.
Malam harinya, pukul 20.00–21.30 WIB, digelar Kajian III bertema “Menunaikan Tugas Kekhalifahan: Perspektif Pendidikan” yang disampaikan Abdul Mu’ti. Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen RI, ia akan mengupas peran pendidikan dalam membentuk kesadaran ekologis dan tanggung jawab moral generasi bangsa.
Memasuki Ahad (22/2/2026), kegiatan diawali sahur bersama dan kuliah Subuh yang disampaikan M. Malik, M.Ag., Ketua PDM Bondowoso.
Pada pukul 08.00–10.00 WIB, Kajian III kembali digelar dengan menghadirkan Prof. Syafiq A. Mughni, MA., Ph.D., Ketua PP Muhammadiyah. Ia akan memaparkan “Ekoteologi dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Penanganan Bencana di Level Dunia,” menyoroti kiprah Muhammadiyah melalui jaringan kemanusiaannya dalam merespons krisis global.
Selanjutnya, Kajian IV bertema “Menafsir Bencana: Refleksi untuk Negeri” akan disampaikan Din Syamsuddin. Dalam sesi ini, bencana tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai momentum refleksi moral dan sosial bagi bangsa.
Acara akan ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua PWM Jatim Prof. Dr. Thohir Luth, MA.
Menurut Ketua PWM Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan” menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk menghadirkan perspektif keagamaan yang responsif terhadap persoalan lingkungan dan kebencanaan.
“Dalam konteks Indonesia sebagai negeri rawan bencana, kajian ini diharapkan melahirkan kesadaran kolektif bahwa menjaga bumi bukan sekadar agenda ekologis, tetapi juga mandat teologis,” katanya.
PWM Jatim, imbuh dia, berharap Kajian Ramadan 1447 H ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gerakan, agar nilai-nilai Islam berkemajuan semakin nyata dalam praksis pelestarian lingkungan dan penguatan peran umat sebagai khalifah di muka bumi.
“Dari forum ini diharapkan lahir rekomendasi strategis serta penguatan jejaring aksi nyata di bidang edukasi kebencanaan, advokasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments