
PWMU.CO – Dalam semarak Milad Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ke-64 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang IPM Tulangan, Sidoarjo, satu penampilan berhasil memukau dan menyentuh hati seluruh hadirin, yakni story telling yang dibawakan oleh salah satu siswi kelas 3 SD Kreatif Muhammadiyah 2 Tulangan (SD Muda Tusida), Queen Syakira Bestari pada Minggu (27/7/2025).
Ia membawakan kisah inspiratif tentang tokoh emansipasi pendidikan perempuan Muhammadiyah, Siti Munjiyah.
Dengan penuh semangat dan penghayatan, Queen tampil di atas panggung mengenakan pakaian khas pejuang tempo dulu.
Di hadapan para peserta Milad, ia membuka cerita tentang Siti Munjiyah, sosok perempuan luar biasa yang hidup di masa ketika anak perempuan dilarang bersekolah.
“Munjiyah punya mimpi, ia ingin belajar, ingin menjadi guru, dan ingin mencerdaskan banyak perempuan,” ucap Queen dengan mata berbinar, suaranya lantang namun penuh empati.
Dalam cerita tersebut, Queen menggambarkan tantangan besar yang dihadapi Munjiyah, terutama karena larangan untuk bersekolah bukan datang dari orang lain, melainkan dari para orang tua anak-anak perempuan sendiri. Namun, Munjiyah tidak menyerah. Ia percaya bahwa ilmu adalah cahaya. Suatu malam, dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang nenek misterius yang memberikannya sebuah cahaya berupa kunci ajaib.
“Ini cahaya semangat, cahaya keberanian,” tutur Queen, memerankan Munjiyah yang dengan hati-hati memegang kunci cahaya itu.
Munjiyah berjanji akan menjaga nyalanya, untuk masa depan semua perempuan.
Puncak dari cerita itu terjadi saat Queen memeragakan momen ikonik ketika Siti Munjiyah berpidato dalam Kongres Perempuan Indonesia Pertama. Dengan penuh penghayatan, Queen mengumandangkan kutipan pidato Munjiyah yang menggugah semangat.
“Perempuan bukan pelengkap! Perempuan adalah pendidik utama bangsa! Kalau Indonesia ingin maju, perempuan harus bisa belajar dan mengajar!,” ujarnya.
Sontak, ruangan bergemuruh oleh tepuk tangan para peserta Milad.
Queen kemudian menutup penampilannya dengan pesan yang penuh makna.
“Cahaya kunci itu belum padam, karena hari ini, kita semua, baik laki-laki maupun perempuan, bisa sekolah, bisa belajar, dan bisa punya mimpi. Kita semua memiliki kunci ajaib itu, yaitu semangat untuk belajar, keberanian berkata benar, dan keikhlasan untuk berbagi,” tegasnya.
Tak sedikit yang terharu bahkan beberapa peserta meneteskan air mata mendengar pesan yang disampaikan dengan polos, namun menyentuh oleh siswa kelas 3 ini.
Di akhir acara, Queen menyampaikan harapannya.
“Aku ingin kita semua menjadi penjaga nyala api Siti Munjiyah, agar cahaya itu tidak pernah padam,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan tidak mengenal usia. Di tangan anak-anak seperti Queen Syakira, api perjuangan tokoh-tokoh seperti Siti Munjiyah akan terus menyala, menerangi jalan menuju pendidikan, kesetaraan, dan kemajuan bangsa. (*)
Penulis Amalia Nur Faizah Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments