Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rahasia Menulis Konten Dakwah: Dari Storytelling hingga Angle Kamera

Iklan Landscape Smamda
Rahasia Menulis Konten Dakwah: Dari Storytelling hingga Angle Kamera
Abyan Daffa saat menyampaikan materi teknik menulis. (Alfain/PWMU.CO)
pwmu.co -

Rahasia Menulis Konten Dakwah: Dari Storytelling hingga Angle Kamera

Ruang aula BPSDM Jawa Timur riuh dengan tepuk tangan ketika Abyan Daffa, tim Medkom MPI PP Muhammadiyah, tampil menyampaikan materi Teknik Menulis Konten Dakwah.

Sabtu (30/8/2025) itu, ratusan peserta Akademi Da’i Digital Muhammadiyah dari berbagai daerah se-Indonesia duduk menyimak penuh antusias.

Meski judul materinya “menulis konten dakwah”, gaya Adiyan jauh dari kaku. Ia membuka dengan bahasa sederhana dan contoh konkret yang dekat dengan keseharian peserta.

 “Video itu bukan sekadar rekaman. Setiap adegan, setiap sudut kamera, punya makna. Nah, menulis konten dakwah digital juga sama: kita harus tahu mau menyampaikan pesan apa, dengan gaya seperti apa,” ujarnya.

Abyan mengajak peserta memahami dasar-dasar storytelling audio-visual. Mulai dari shot (potongan gambar), sequence (rangkaian adegan), hingga camera angle (sudut pandang kamera).

“Kalau kita hanya ambil gambar lurus-lurus saja, audiens cepat bosan. Tapi dengan variasi (kadang wide shot, kadang close up, kadang high angle) pesan dakwah jadi lebih hidup,” jelasnya sambil mencontohkan dengan video pendek.

Ia menekankan, setiap teknik punya pesan: wide shot untuk memberi konteks, close up untuk menegaskan emosi, high angle untuk memberi kesan kecil, dan low angle untuk menampilkan wibawa.

Menulis yang Menghidupkan Gambar

Bagi Abyan, menulis konten dakwah bukan hanya menyusun kata, tapi merancang pengalaman visual.

“Bayangkan kita sedang menulis naskah khutbah, lalu divisualisasikan. Kalimatnya singkat, kuat, dan bisa divisualkan dengan baik. Itu yang bikin pesan lebih sampai di era digital ini,” terangnya.

Ia juga mengingatkan agar para peserta peka terhadap detail teknis kecil yang sering diabaikan. “Lensa kamera atau HP jangan kotor, pencahayaan harus diperhatikan, dan jangan malas bergerak mencari angle. Kreativitas itu lahir dari keberanian mencoba,” pesannya.

Inspirasi bagi Dai Muda

Suasana forum terasa cair. Sesekali Abyan melempar pertanyaan, membuat peserta aktif menebak jenis shot atau angle dari potongan video yang diputar. Banyak yang tersenyum, mengangguk, bahkan tertawa saat menyadari kesalahan-kesalahan kecil yang selama ini mereka lakukan saat mengambil gambar.

Bagi para peserta, sesi ini membuka wawasan baru: dakwah di dunia digital bukan sekadar bicara di depan kamera, tapi merancang konten yang memikat sekaligus mencerahkan.

Akademi Da’i Digital Muhammadiyah sendiri memang dirancang untuk itu untuk melahirkan generasi dai muda yang cakap menulis, terampil bercerita, dan piawai memanfaatkan media sosial sebagai mimbar dakwah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu