SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi) kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Dalam ajang Olimpiade Ahmad Dahlan ke-8 yang digelar di Makassar pada (12–14/2/2026), SMA Muhi berhasil meraih medali terbanyak se-Indonesia dan dinobatkan sebagai juara umum.
Capaian ini semakin mengukuhkan posisi SMA Muhi sebagai salah satu sekolah Muhammadiyah terbaik di Tanah Air sekaligus membanggakan Daerah Istimewa Yogyakarta di kancah nasional.
OlympicAD merupakan ajang kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah sebagai wadah silaturahmi, dakwah, serta pengembangan potensi pelajar dari seluruh Indonesia.
Kompetisi ini mempertandingkan berbagai cabang akademik dan nonakademik, mulai dari sains (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Kebumian), bidang sosial (Ekonomi), literasi dan bahasa (News Reading, Musikalisasi Puisi), hingga seni dan keterampilan seperti Akustik, Film Indie, Web Desain, Senam, E-sport, MTQ, KTI, Majalah, dan Business Plan.
Selain menjadi ajang adu prestasi, OlympicAD juga bertujuan membentuk karakter unggul, berkemajuan, serta berlandaskan nilai-nilai Islam sebagaimana dicontohkan Ahmad Dahlan.
Berdasarkan data resmi, Muhi berhasil mengoleksi total 20 medali emas, 6 medali perak, dan 3 medali perunggu atau total 29 medali. Rinciannya antara lain: Akustik (4 emas, 1 perak), MTQ (1 perunggu), E-sport (1 emas), Senam (1 emas), Web Desain (1 emas), KTI (2 emas), Business Plan (1 perak), Majalah (1 perak), Film Indie (1 emas), News Reading (1 emas), Musikalisasi Puisi (1 perunggu), Matematika (2 emas), Biologi (1 emas), Kebumian (3 emas), Astronomi (1 emas, 1 perak), Fisika (1 perak, 1 perunggu), Ekonomi (1 emas, 1 perak), dan Kimia (1 emas). Perolehan ini menempatkan Muhi sebagai sekolah dengan raihan medali terbanyak dalam OlympicAD ke-8.
Kepala SMA Muhi, Drs. H. Hery Nugroho, M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hasil instan, melainkan buah dari perencanaan, pembinaan, dan kerja kolektif seluruh warga sekolah.
“Alhamdulillah, target juara umum tercapai. Ini bukan hanya kemenangan dalam bentuk medali, tetapi kemenangan proses. Selama enam bulan terakhir kami melakukan seleksi berjenjang mulai dari tingkat sekolah, pembinaan intensif oleh guru pendamping, hingga pemantapan di tingkat provinsi. Anak-anak kami digembleng tidak hanya secara akademik, tetapi juga mental, spiritual, dan karakter,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hery Nugroho menjelaskan bahwa budaya akademik di Muhi memang dirancang untuk menumbuhkan daya pikir kritis dan kreatif. Dalam kegiatan belajar mengajar, siswa dibiasakan mengerjakan soal-soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills), berdiskusi aktif, serta mengikuti berbagai kompetisi untuk melatih keberanian dan daya juang. Konsistensi latihan, kedisiplinan, dan pendampingan personal menjadi kunci utama keberhasilan.

Sekolah juga memberikan apresiasi atas setiap pencapaian siswa, baik dalam bentuk penghargaan, pembinaan lanjutan, maupun publikasi prestasi. Apresiasi dinilai penting untuk meningkatkan motivasi, rasa percaya diri, serta menumbuhkan budaya berprestasi di lingkungan sekolah.
Keberhasilan Muhi tidak lepas dari peran ekstrakurikuler yang disiplin dan variatif sehingga seluruh bakat dan minat siswa dapat terwadahi secara optimal, baik di bidang sains, seni, olahraga, maupun teknologi.
Menutup pernyataannya, Kepala SMA Muhi mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyekolahkan putra-putrinya di SMA Muhi.
“Kami berkomitmen memberikan pendidikan terbaik, baik akademik maupun karakter. Mari bergabung bersama kami dan menjadi bagian dari generasi berprestasi dan berakhlak mulia,” ajaknya.






0 Tanggapan
Empty Comments