Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Raih Perunggu Nasional, Wildan Harumkan Jujitsu UMSURA di MJOT 2026

Iklan Landscape Smamda
Raih Perunggu Nasional, Wildan Harumkan Jujitsu UMSURA di MJOT 2026
Abdurrahman Wildan Shafa berhasil meraih Juara 3 Fighting System Senior Kelas -77 pada MJOT 2026 (istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Prestasi membanggakan ditorehkan atlet Jujitsu Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA). Abdurrahman Wildan Shafa berhasil meraih Juara 3 Fighting System Senior Kelas -77 kg pada ajang Kejurnas Jujitsu Mojokerto 2026/Mojokerto Jujitsu Open Tournament (MJOT) 2026 yang digelar pada 16–18 Januari 2026.

Kejuaraan bertaraf nasional ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai dojo di seluruh Indonesia. Bagi Wildan, ajang tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus pencapaian tersendiri, mengingat ini merupakan turnamen nasional pertamanya di level open tournament.

Wildan mengungkapkan, dirinya mulai menekuni olahraga Jujitsu sejak menjadi mahasiswa baru pada tahun 2022. Namun, keterlibatannya secara aktif dalam mengikuti latihan dan kompetisi baru dimulai pada awal tahun 2023 hingga sekarang. Ketertarikannya pada cabang Fighting System Jujitsu berawal dari karakteristik pertandingan yang mengombinasikan teknik striking berupa pukulan dan tendangan, serta bantingan dan kuncian khas beladiri Jujitsu.

“Alhamdulillah saya sangat senang dengan perolehan juara ini, apalagi bertanding di ajang nasional yang mempertemukan banyak atlet berbakat dari berbagai dojo se-Indonesia. Saya juga bersyukur bisa menyumbangkan prestasi untuk Dojo Jujitsu UMSURA dan almamater,” ujar Wildan.

Pada jalannya pertandingan, Wildan harus menghadapi lawan-lawan yang secara fisik lebih unggul, khususnya di kelas -77 kg senior. Ia mengakui bahwa bagian paling menantang terjadi saat menghadapi lawan yang lebih senior dengan postur tubuh lebih besar. Mengikuti arahan pelatih, Wildan memilih strategi mencuri poin melalui pukulan dan tendangan untuk mengimbangi kekurangan fisik dalam adu bantingan. Strategi tersebut sempat membuahkan keunggulan poin, meski pada menit-menit akhir lawan berhasil membalikkan keadaan dengan selisih poin tipis.

“Di kelas -77 kg senior semua lawan pasti berat, karena rentang berat badan 70–77 kg, sementara berat badan saya hanya sekitar 71 kg,” tambahnya.

Dalam persiapan menuju turnamen, Wildan menjalani latihan intensif selama satu minggu penuh dengan fokus pada pendalaman teknik, sparring, serta strength training untuk penguatan otot dan pencegahan cedera. Selain berlatih rutin di Dojo Jujitsu UMSURA setiap Selasa dan Kamis malam, ia juga menambah porsi latihan di gym dan latihan kardio dengan berlari.

Peran pelatih, Coach Arin, disebut Wildan sangat besar dalam menyusun program latihan dan mengasah teknik yang dibutuhkan selama pertandingan. Dukungan rekan-rekan sesama atlet Jujitsu juga menjadi faktor penting dalam membangun kesiapan fisik dan mental.

Motivasi terbesar Wildan adalah keinginannya membanggakan keluarga melalui prestasi di ajang nasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara olahraga dan akademik, terinspirasi dari sosok Dolph Lundgren yang berprestasi di bidang beladiri sekaligus akademik.

“Prestasi olahraga itu membanggakan, tapi kita juga tidak boleh melupakan akademik,” pungkasnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu