Semangat silaturahmi menyelimuti halaman MI Muhammadiyah 05 Cakru, Kraton, pada Sabtu (11/04/2026). Ratusan warga Cabang Muhammadiyah Cakru berkumpul dalam acara Halabihalal dan Syawalan dengan mengusung tema besar: “Merajut Kebersamaan, Mengokohkan Persatuan”.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, H. Ir. Ali Maksum, unsur Muspika Kencong (Camat, Danramil, dan Kapolsek), serta seluruh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Ortom se-Cabang Cakru.
Membangun Kebersamaan: Ujian Sesama Muslim
Dalam tausiyahnya, H. Muhammad Malik, M.Ag., Ketua PDM Bondowoso yang hadir sebagai pemateri, menekankan bahwa membangun kebersamaan di antara sesama orang beriman terkadang memiliki tantangan yang lebih berat dibandingkan dengan mereka yang berbeda keyakinan.
“Seringkali kita mudah bertoleransi dengan yang berbeda agama, namun justru sulit menerima perbedaan di antara saudara seiman hanya karena masalah kelompok atau perbedaan pandangan kecil,” ujar beliau. Ia mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi penghalang untuk tetap berkomunikasi baik dan saling mendukung di dunia.
Ciri Hamba Allah yang Terkasih
Mengutip Al-Quran Surat Al-Furqan ayat 63-67, H. Muhammad Malik membedah ciri-ciri hamba Allah yang dikasihi (Ibadurrahman) agar persatuan warga tetap kokoh:
1.Rendah Hati (Tidak Sombong): Beliau mengingatkan bahwa sombong adalah dosa pertama makhluk Tuhan (Iblis). Sombong bisa muncul dari jabatan, harta, kecantikan, bahkan karena merasa paling rajin beribadah.
“Jangan merasa paling glowing lalu merendahkan yang lain,” candanya yang disambut tawa jamaah.
2. Sikap Santun Terhadap Kebodohan: Jika dihina atau dicemooh oleh orang yang tidak mengerti (jahil), hamba yang baik akan menjawab dengan keselamatan dan kedamaian, bukan membalas dengan hinaan serupa.
3. Menghidupkan Malam: Mengajak warga untuk tidak sekadar tidur berselimut, melainkan bangun melaksanakan salat malam sebagai sarana mengangkat derajat di hadapan Allah.
4. Hidup Proporsional: Menjaga keseimbangan dalam berinfak; tidak boros namun juga tidak pelit.
Pesan untuk Petani dan Pendidik
Sebagai wilayah yang didominasi sektor pertanian, pemateri memberikan apresiasi khusus kepada para petani dan pedagang. Menurutnya, petani memiliki tingkat ketergantungan yang luar biasa kepada Allah, yang merupakan cermin ketakwaan.
Tak lupa, beliau memberi motivasi bagi para guru honorer di lingkungan Muhammadiyah.
“Tanggung jawab guru swasta itu besar, meski secara finansial mungkin berbeda dengan guru negeri, insya Allah sisanya dibayar langsung oleh Allah dengan keberkahan keluarga dan tiket surga,” tuturnya.
Investasi Akhirat: Mendidik Generasi
Menutup ceramahnya, H. Muhammad Malik berpesan agar orang tua menjadi guru pertama bagi anak-anaknya, terutama dalam hal ibadah dasar seperti bacaan Al-Fatihah.
“Jangan sampai anak kita pintar di luar, tapi kita tidak tahu apakah mereka salat atau tidak. Mari siapkan generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga saleh dan menutup aurat,” pungkasnya.
Acara Halalbihalal ini diakhiri dengan ramah tamah bersama, memperkuat komitmen warga Muhammadiyah Cakru untuk terus bersinergi dalam dakwah dan kemanusiaan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments