
Pesan untuk Pemerintah
Demikian halnya negara atau pemerintah sejalan konstitusi hendaknya bersikap adil dan memberi kebebasan kepada semua pemeluk agama dalam menjalankan agamanya, serta menjauhkan diri dari pemihakan pada paham atau mazhab tertentu dalam menykapi perbedaan amaliah beribadah.
Negara hendaknya melampaui segala mazhab dan mengayomi semua perbedaan dengan bijaksana sehingga kehidupan beragama dan berbangsa menjadi makin damai, adil, rukun, maju, dan bersatu dalam spirit bhinneka tunggal ika. Prinsip negara milik bersama mesti dijunjung tinggi dengan lapang dada berjiwa kearifan para negarawan nan arif bijaksana. Majukan Indonesia menuju bangsa dan negeri nan jaya.
Pesan untuk Warga Bangsa
Khusus bagi keluarga bangsa. Kepada saudara sebangsa di seluruh pelosok Indonesia, selamat bersilaturahmi bersama berkeluarga dan orang-orang tercinta. Dengan kerendahan hati kami mengajak, marilah kita gerakkan kearifan hidup bersama. Indonesia dengan segala keragaman agama, suku, ras, golongan, dan kekayaan alam miliki bersama niscaya kita rawat seksama dengan nilai utama, akhlak, dan kebajikan hidup berpondasikan agama, Pancasila, dan kebudayaan yang membentuk kepribadian bangsa.
Bersatu dalam kebhinekaan dan berbhineka dalam kesatuan akan menjadikan Indonesia utuh dan maju bersama. Sebaliknya berpecah dan menebar masalah hanya akan menjadi sumber fitnah dan musibah yang dapat meruntuhkan kehidupan berbangsa-bernegara. Bangun kehidupan keluarga yang sakinah sejahtera sebagai benteng kekuatan bangsa. Didik generasi milenial nan belia dengan ilmu, teknologi, dan keadaban mulia agar kelak menjadi para pemimpin bangsa nan arif perwira serta menjunjung tinggi nilai utama.
Semua warga bangsa tetap seksama di tengah pandemi untuk terus mencari solusi agar musibah segera berakhir atas usaha bersama dan kekuasaan Allah SWT. Belajarlah saling empati, peduli, dan berbagi serta jauhi hal-hal yang kurang terpuji seperti pamer kekayaan dan kesuksesan diri. Ringankan beban saudara-saudara tercinta yang memerlukan uluran tangan-tangan ikhlas berjiwa dermawan. Hidupkan gotong royong berjiwa al-Ma’un dengan sesama tanpa sekat untuk kemaslahatan hidup bersama di tengah penyakit egoisme diri dan kroni.
Belajarlah saling memberi dan menerima, meminta dan memberi maaf, menahan dengki dan marah, merekat kasih bersaudara, memperkaya ilmu seluas semesta, serta merawat kesdaban hidup guna meraih keselamatan dan kebahagiaan hidup penuh makna dalam limpahan rahmat Allah untuk semua.
Mari rawat dan wujudkan mozaik hikmah dalam kehidupan bersama nan utama sebagaimana firman Allah dalam al-Quran yang artinya: “Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (al-Baqarah: 269). Taqabbalallaahi minnaa wa minkum. Kullu ‘aamin wa antum bi khair. Nasrun min Allah wa fathun qarib. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni






0 Tanggapan
Empty Comments