Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk upgrade diri menuju derajat takwa sebagaimana ditegaskan dalam kultum di Masjid Al Mahdi Perumtas Grabagan Tulangan, Jum’at (27/02/26).
Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti kegiatan rutin Sholat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan Sholat Teraweh serta Kuliah Tujuh Menit (Kultum). Bertindak sebagai imam sekaligus penceramah adalah Ustadz Rahmad Hidayah yang menyampaikan tema Ramadhan adalah Waktu Upgrade Diri, Bukan Sekadar Menahan Lapar.
Mensyukuri Nikmat Iman di Bulan Ramadhan
Dalam prolog kultumnya, Ustadz Rahmad Hidayah mengingatkan jamaah tentang begitu banyak nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada manusia, mulai dari nikmat kesehatan, nikmat kesempatan, hingga nikmat iman yang paling utama.
Ia mencontohkan fenomena yang kerap terlihat di masyarakat, di mana banyak orang diberi kesehatan jasmani namun masih meninggalkan ibadah puasa. Masih banyak warung kopi atau tempat makan yang dipenuhi pembeli di siang hari Ramadhan. Karena itu, ia mengajak jamaah untuk lebih mensyukuri nikmat iman yang telah Allah anugerahkan.
Belajar dari Perjalanan Nabi Muhammad SAW
Dalam kultumnya, ia juga mengisahkan perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sejak kecil. Dijelaskan bahwa sejak usia muda, beliau telah aktif berdagang bersama pamannya, bepergian keluar Mekkah tanpa batas waktu, bahkan hingga berbulan-bulan lamanya.
Namun setelah diangkat menjadi Nabi, terjadi perubahan besar dalam tatanan kehidupan masyarakat Mekkah. Aktivitas yang sebelumnya berorientasi penuh pada perdagangan duniawi mulai diarahkan dengan hadirnya perintah sholat. Dengan adanya sholat, ada jeda dalam aktivitas berdagang—ada waktu berhenti untuk mengingat Allah.
Ramadhan Momentum Upgrade Diri
Melalui tema yang diangkat, Ustadz Rahmad Hidayah menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum untuk memperbaiki kualitas diri, meningkatkan ibadah, serta menata kembali prioritas hidup agar lebih seimbang antara urusan dunia dan akhirat.
Di penghujung kultum terawehnya, ia membacakan Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat tersebut menjelaskan kewajiban puasa bagi umat Islam dengan harapan meraih ridha Allah dan mencapai derajat takwa. Ia pun mengajak jamaah memanfaatkan bulan suci ini untuk benar-benar meng-upgrade diri serta menambah amalan di sisa hari Ramadhan. “Mari di sisa Ramadhan berikutnya tambah lagi amalannya,” pungkasnya.






0 Tanggapan
Empty Comments