Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ramanda Arief Bangkitkan Semangat Kepanduan di Diklat Hizbul Wathan SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring

Iklan Landscape Smamda
Ramanda Arief Bangkitkan Semangat Kepanduan di Diklat Hizbul Wathan SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring
Foto Ramanda Arief Memberikan Materi (Amalia Kusuma Citra/PWMU.CO)
pwmu.co -

Semangat kepanduan Hizbul Wathan (HW) bergema di kawasan Wisata Sendang Sreto, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring menggelar kegiatan Diklat Anggota Dewan Kerabat Hizbul Wathan selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, (21–23/10/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh para calon anggota baru Dewan Kerabat HW yang nantinya akan mengemban amanah sebagai penggerak kegiatan kepanduan di sekolah. Tujuan utama diklat ini adalah memberikan pembekalan wawasan, karakter, dan keterampilan kepanduan Islami agar mereka siap menjadi kader pembela tanah air yang berjiwa mandiri, tangguh, dan berakhlak mulia.

Salah satu sesi paling berkesan dalam kegiatan ini adalah saat penyampaian materi oleh M. Arief Andriansyah, yang hadir sebagai Wakil Ketua Kwarda HW Lamongan Bidang Literasi dan Pustaka, sekaligus Anggota Bidang Diklat Kwarwil HW Jawa Timur.

Dalam materinya yang bertajuk Latihan Hizbul Wathan yang Menarik dan Menyenangkan, Arief berhasil membangkitkan semangat peserta melalui gaya penyampaian yang interaktif, menyenangkan, dan penuh makna.

“Hizbul Wathan bukan hanya organisasi kepanduan biasa, tetapi wadah pembentukan kader bangsa yang beriman, berakhlak mulia, dan cinta tanah air,” ujar Ramanda Arief membuka materinya dengan nada semangat.

Beliau menjelaskan bahwa Hizbul Wathan didirikan pada tahun 1918 oleh KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Nama Hizbul Wathan sendiri berarti Pembela Tanah Air. HW, lanjutnya, berperan penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan siap mengabdi untuk umat dan bangsa.

Prinsip Dasar HW

Dalam penjelasannya, Arief menyampaikan bahwa prinsip dasar HW mencakup pengamalan aqidah Islamiyah, pembentukan akhlak mulia, serta pengamalan kode kehormatan pandu.

“Setiap pandu HW harus mampu menjadi teladan, bukan hanya dalam sikap dan tutur kata, tetapi juga dalam tanggung jawab dan pengabdian,” tegasnya.

Beliau juga memberikan contoh kegiatan yang dapat diterapkan oleh Dewan Kerabat, seperti latihan ibadah harian, program ‘HW Mengaji’, renungan malam, hingga bakti sosial. Menurutnya, kegiatan semacam itu tidak hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan kepekaan sosial dan spiritual para pandu muda.

Bagian yang paling disukai peserta adalah ketika Ramanda Arief menjelaskan tentang cara membuat latihan Hizbul Wathan menjadi menarik dan menyenangkan.

“Latihan HW itu jangan kaku. Lakukan di alam terbuka, gunakan sistem regu, dan kemas kegiatan dengan permainan yang menantang tapi tetap mendidik. Belajar sambil bermain membuat peserta lebih semangat,” ungkapnya dengan gaya akrab yang membuat para peserta tertawa dan antusias menanggapi.

Beliau memperkenalkan konsep edutainment belajar sambil bermain serta pendekatan kontekstual dan spiritual ringan agar latihan HW tidak terasa membosankan. Selain itu, ia mendorong para pembina untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana memperkenalkan nilai-nilai HW kepada masyarakat luas.

“Generasi muda sekarang sangat dekat dengan dunia digital. Jadikan itu sebagai sarana dakwah dan promosi kegiatan Hizbul Wathan,” tambah Arief yang juga dikenal aktif di bidang literasi kepanduan.

Kader Pembela Tanah Air

Dalam penutup materinya, Ramanda Arief menegaskan bahwa Hizbul Wathan memiliki misi besar untuk membentuk kader pembela tanah air yang berjiwa Islami, mandiri, dan berakhlak mulia.

“Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan, tapi jalan pembentukan karakter. Kalian semua adalah calon pemimpin masa depan yang harus siap mengabdi dengan iman dan ilmu,” pesannya yang disambut tepuk tangan meriah peserta.

Suasana menjadi semakin khidmat ketika beliau mengajak seluruh peserta menyanyikan Mars Hizbul Wathan dan Hymne HW Panduku. Lagu tersebut menggema di kawasan wisata, membangkitkan rasa bangga dan semangat kepanduan Islami di hati para peserta.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga mengikuti permainan edukatif, latihan kepemimpinan, tadabbur alam, dan kegiatan reflektif malam hari. Semua kegiatan dirancang untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, kebersamaan, serta tanggung jawab sosial.

Diklat ini menjadi pengalaman berharga bagi para calon Dewan Kerabat HW SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring. Dengan semangat kepanduan Islami yang ditanamkan oleh para pembina, terutama Arief, diharapkan mereka mampu menjadi pandu teladan yang siap membawa semangat Hizbul Wathan di sekolah SMK Muhammadiyah 7 Kedungpring. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu