
PWMU.CO – Dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan, Kafilah Hizbul Wathan Joko Tingkir Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sukses menyelenggarakan kegiatan Seminar Manajemen Dewan Kerabat dan Dewan Amaliyah.
Seminar ini dilaksanakan pada Ahad (22/6/2025) bertempat di Auditorium Budi Utomo UMLA. Hadir diantara undangan, perwakilan Dewan Kerabat dan Dewan Amaliyah dari SMA, SMK, dan MA Muhammadiyah se-Kabupaten Lamongan. Seminar ini mengusung tema “Pelatihan Kader Pendamping Pelatih Profesional untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia Menuju Generasi Emas.”
Mewakili Kwartir Daerah Hizbul Wathan Lamongan, hadir sosok inspiratif Ramanda Fastabiqul Khairat atau yang akrab disapa Ramanda Bi’ul, yang didaulat untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi.
Dalam sambutannya, Ramanda Bi’ul menyampaikan rasa syukur kepada Allah Swt. atas limpahan rahmat dan keberkahan, sehingga panitia, peserta, dan seluruh hadirin dapat hadir dan mengikuti seminar yang sarat manfaat ini. Ia mengapresiasi semangat seluruh kader Hizbul Wathan yang telah berkontribusi dalam menyukseskan dan mengikuti kegiatan ini.
“Hizbul Wathan adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang istimewa. Tidak dibatasi oleh usia dari tunas athfal yaitu paud/TK hingga tua yaitu disebut HW Wreda atau hw tua , Hizbul Wathan diharap mampu multifungsi dalam berbagai bidang. Kegiatan seminar seperti ini menjadi momen penting untuk menambah ilmu, wawasan, dan pengalaman yang bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, organisasi, dan masyarakat,” ujarnya dengan penuh semangat.
Ia juga berpesan agar para kader, khususnya para mahasiswa, tidak menyia-nyiakan masa muda. “Jangan hanya kuliah lalu pulang. Manfaatkan fasilitas kampus untuk ikut berbagai kegiatan positif. Belajarlah dari pengalaman, bangun relasi, dan tanamkan semangat menjadi aktivis yang kadang lupa pulang karena asyik menimba ilmu,” pesannya sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Ramanda Bi’ul menegaskan bahwa kader Hizbul Wathan yang sudah memiliki ilmu dan pengalaman harus kembali ke masyarakat, menjadi agen perubahan, dan mewarnai lingkungan dengan tindakan-tindakan positif. Ia menekankan pentingnya manajemen diri dan organisasi, sebagai bekal agar kader Hizbul Wathan dapat berperan nyata di tengah masyarakat.
“Jika kader sudah mampu memanajemen diri dan organisasi dengan baik, maka ia pasti bisa menata masyarakat melalui ide, kerja nyata, dan pengabdian. Satu kader Muhammadiyah harus mampu mewarnai masyarakat dengan nilai-nilai kebaikan,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Ramanda Bi’ul secara resmi membuka acara dengan pembacaan Basmalah yang serentak diikuti tepuk semangat Hizbul Wathan oleh para peserta. Sorak semangat memenuhi ruangan sebagai tanda antusiasme kader dalam mengikuti seminar ini.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi utama oleh Wakil Ketua Kwarda HW Lamongan Bidang Pustaka dan Literasi, Rakanda M Arief Andriansyah. Ia membawakan materi bertema “Manajemen Pengelolaan Dewan Kerabat dan Dewan Amaliyah serta Inovasi Pengembangan Qobilah.” Materi ini menjadi bekal penting bagi peserta dalam membangun qobilah yang tangguh dan adaptif di era modern.
Seminar ini diharapkan mampu memperkuat manajemen kaderisasi Hizbul Wathan dan mencetak kader-kader pelatih pendamping profesional yang siap berkontribusi dalam membangun generasi emas Muhammadiyah dan Bangsa. (*)
Penulis Amalia Kusuma Citra Editor M Tanwirul Huda






0 Tanggapan
Empty Comments