
PWMU.CO – “Ranting adalah Muhammadiyah yang sesungguhnya”. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu Bidang Tabligh dan Dakwah Komunitas, Dr Nurbani Yusuf MSi mengutip pernyataan tokoh Muhammadiyah, AR. Fachrudin.
Tak hanya kutipan, pernyataan tersebut menjadi topik utama kajian Ahad Pagi KH Ahmad Dahlan PDM Kota Batu di Masjid Taqwa pada Ahad (23/05/2025).
Menurut Kyai Nurbani, sapaan khas untuk beliau, kenikmatan dalam ber-Muhammadiyah akan benar-benar terasa ketika seseorang aktif di tingkat ranting.
“Ranting merupakan basis utama gerakan. Di tempat inilah denyut nadi Muhammadiyah berdetak nyata. Meski sederhana, pengajian-pengajian di ranting sering melahirkan gagasan besar yang kemudian diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, seperti pembelian lahan, pendirian masjid, sekolah, rumah sakit, hingga universitas,” jelas Kyai Nurbani.
“Teologi al-Maun, salah satu identitas gerakan Muhammadiyah, juga lahir dari pengajian di ranting. Kajian berulang atas surah al-Maun membentuk kesadaran kolektif bahwa Islam bukan sekadar ritual, tetapi harus hadir untuk menolong kaum lemah dan memperbaiki kehidupan sosial masyarakat,” lanjutnya.
Kyai Nurbani menambahkan bahwa seorang muslim idealnya adalah mukmin dan muhsin. Mukmin artinya orang yang beriman, dan muhsin artinya orang-orang yang berbuat baik.
Ada banyak orang beriman, tetapi belum bisa berbuat baik, sebaliknya, ada juga orang yang gemar berbuat baik, tetapi tidak beriman kepada Allah SWT.
“Orang mukmin yang muhsin, orang beriman yang berbuat baik, itulah yang diharapkan, dan hal ini ditegaskan dalam surah Ali ‘Imran ayat 134, yang artinya: (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan,” jelasnya lebih lanjut.
Ayat surah Ali ‘Imran ayat 134 sesungguhnya menunjukkan tiga karakter utama seorang muhsin, yaitu:
- Gemar bersedekah, baik dalam kelapangan maupun kesempitan.
- Mampu menahan amarah dan mengelola emosi.
- Memaafkan kesalahan orang lain dengan kelapangan hati.
Ketiga sikap tersebut bukan hanya menjadi tanda kebaikan individu, tetapi juga fondasi bagi gerakan sosial yang kuat dan penuh kasih sayang pada sesama.
Ranting Muhammadiyah telah membuktikan bahwa kekuatan perubahan lahir dari bawah, dari keikhlasan, gotong royong, dan semangat berbagi yang tulus.(*)
Penulis Khoen Eka Editor Zahrah Khairani Karim


0 Tanggapan
Empty Comments