
PWMU.CO – Ada yang berbeda di SD Muhammadiyah 2 Palang, Kabupaten Tuban, Sabtu (21/6/2025) pagi. Saat fajar baru menyingsing dan sebagian anak masih terlelap, ratusan siswa dan orangtua justru telah memenuhi lapangan sekolah untuk mengikuti salat Subuh Berjamaah, dilanjutkan dengan pembagian rapor semester genap.
Tradisi unik ini menjadi penutup tahun ajaran yang tak hanya mengevaluasi nilai akademik, tetapi juga memperkuat spiritualitas keluarga. SD Muhammadiyah 2 Palang menjadi satu-satunya sekolah di daerah ini yang menggelar pembagian rapor selepas Subuh, menjadikannya sebagai momentum yang sarat makna dan kesan mendalam.
Usai shalat, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh H. Mohammad Syamsun ST MPD atau yang lebih familiar dengan nama Kak Acun, Founder, Director, CEO di Yayasan Matahati Care Center Indonesia. Dalam tausiahnya, Kak Acun mengingatkan untuk merasa bersyukur dan bangga atas apa yang menjadi program di sekolah ini.
“Di waktu pagi ini, jika sekolah lain masih tutup dan sepi. Sekolah kita sudah melakukan subuh berjamaah. Insyaallah jika kita istiqamah walaupun hanya satu tahun sekali. Tidak mungkin Allah tidak mengabulkan do’a kita dan tidak mungkin Allah tidak memuliakan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk ayah atau bunda wali siswa, di momentum pembagian rapor anak-anak ini. Jika hasil belajar anak-anak tidak sesuai dengan keinginan ayah/bunda mohon dimaafkan. Mereka sudah berikhtiar dengan semaksimal mungkin. Ayah bunda, doa anak yang pintar belum tentu bisa membukakan pintu surga buat orang tuanya. Namun, doa anak baik dan salih bisa membukakan pintu surga buat kedua orang tuanya.
Salat Subuh Berjamaah
Di akhir tausiah, Acun berpesan bahwa tradisi Salat Subuh Berjamaah yang dilanjut dengan pembagian rapor siswa, merupakan program luar biasa yang harus diistiqomahkan karena bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di seluruh Indonesia.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Palang, Ustadz Riqfqi Argadianto, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara sekolah, siswa, dan keluarga.
“Kami ingin mengembalikan pendidikan ke ruhnya: membentuk akhlak dan iman, bukan hanya angka di rapor,” ujarnya.
Acara berlangsung khidmat, hangat, dan penuh haru. Setelah tausiah, para siswa menerima rapor langsung dari wali kelas masing-masing, dengan pelukan dan doa dari orangtua yang hadir.
Momentum ini menjadi bukti bahwa pendidikan sejati dimulai dari rumah dan diniatkan sejak Subuh. SD Muhammadiyah 2 Palang membuktikan bahwa prestasi bisa dicapai tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual. Bagi orangtua yang mendambakan pendidikan yang menyatukan ilmu dan iman, sekolah ini layak menjadi pilihan. (*)
Penulis Labib Hafiz Zada Hermanto Editor Amanat Solikah





0 Tanggapan
Empty Comments