Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Tanwil Muhammadiyah (BTM) Mulia Jawa Timur menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2025, Sabtu (24/1/2026), di Gedung Bale Sang Pencerah.
Kegiatan tahunan ini dihadiri perwakilan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi Kabupaten Lamongan, jajaran pengurus KSPPS BTM Mulia, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pangkatrejo, Majelis Ekonomi PDM Lamongan, Dewan Pengawas Syariah KSPPS BTM Mulia, PCM Babat, PCM Sekaran, serta seluruh anggota KSPPS BTM Mulia.
Kajian iftitah disampaikan oleh Penasihat PCM Babat yang juga Wakil Ketua PDM Lamongan, Muntholib Sukandar. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta RAT untuk menghayati nilai-nilai keikhlasan dan semangat mencerahkan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah.
Muntholib mengawali dengan refleksi makna menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya. Menurutnya, Indonesia adalah tanah air tempat lahir, hidup, dan kelak ditinggalkan oleh setiap anak bangsa. Karena itu, lagu kebangsaan harus dinyanyikan dengan jiwa dan kesadaran penuh.
“Sang Surya itu berarti matahari, simbol pencerahan. Muhammadiyah hadir untuk mencerahkan, memberi tanpa berharap balasan. Itulah makna ikhlas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keikhlasan menjadi kunci kekuatan Muhammadiyah. Sekecil apa pun amal yang diberikan dengan ikhlas, akan tumbuh besar, mekar, rindang, dan membawa manfaat luas bagi umat.
“Orang yang ikhlas jauh dari pikiran kotor, ambisi pribadi, sifat tamak dan rakus. Hidupnya adalah memberi dan terus memberi. Itulah watak Muhammadiyah,” tegasnya.
Muntholib kemudian mengisahkan sejarah awal Muhammadiyah pada masa KH Ahmad Dahlan. Saat salah satu tokoh, KH Syujak, ditanya programnya, ia menyebut pendirian rumah yatim, rumah joglo, dan rumah sakit; semua berorientasi pada menolong dan mengangkat kaum lemah.
“Dari semangat itulah lahir rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Tugas Muhammadiyah sejak dulu adalah menolong kesengsaraan umum,” ungkapnya.
Ia juga mencontohkan peran Muhammadiyah dalam kebencanaan, yang kerap bergerak cepat membantu masyarakat bahkan sebelum pemerintah turun tangan. Di Lamongan sendiri, PDM Lamongan saat ini aktif melakukan bakti sosial bagi warga terdampak banjir di kawasan Bengawan Njero.
Terkait koperasi, Muntholib mengingatkan agar KSPPS BTM Mulia tidak terjebak pada orientasi semata-mata mencari keuntungan.
“Tujuan koperasi kita adalah menolong masyarakat kecil, membebaskan mereka dari jeratan rentenir yang kejam di pasar-pasar. Jangan sampai kita ikut terjebak dalam keserakahan yang justru merusak bangsa,” pesannya.
Menghadapi tantangan ekonomi dan politik global ke depan, ia optimistis BTM Mulia akan tetap kokoh jika berpegang pada prinsip keikhlasan dan kecerdasan dalam mengelola amanah.
“Insyaallah, BTM Mulia akan tetap dhahirun, kuat dan bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.
RAT 2025 ini menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen KSPPS BTM Mulia untuk terus tumbuh sebagai koperasi syariah yang berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah serta hadir memberi solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments