Suasana Sabtu siang (27/09/2025) di Maspion Square Margorejo mendadak penuh warna dan Ceria.
Lantunan musik anak-anak, tumpukan krayon warna-warni, dan ratusan wajah mungil berseri-seri menyemarakkan lomba mewarnai TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kota Surabaya dalam rangka menyambut Milad ke-113 Muhammadiyah.
Tak tanggung-tanggung, 720 anak dari 72 lembaga TK ABA turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Namun yang membuat suasana makin semarak adalah kehadiran lima SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya yang tampil dengan berbagai pertunjukan seni—menyulap lomba menjadi panggung ekspresi dan keceriaan.
Tari Sekar Giri
Kegiatan bermula dengan penampilan memukau dari Bilqis Al Fairuz dari MI Muhammadiyah 25 Kenjeran yang membawakan Tari Sekar Giri.
Tarian gemulai berpadu kostum warna cerah langsung menyihir penonton yang memadati area panggung. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi langkah kakinya yang lincah dan berirama.
Tak lama kemudian, suasana berubah menjadi hening dan khidmat. Dari tengah panggung, lantunan indah Tilawatil Quran mengalun merdu dari suara Rafa Ardana Firmansyah—siswa SD Muhammadiyah 10 Sidoyoso, sekolah berbasis generasi Qurani. Lantunannya meneduhkan hati, menyentuh relung batin para hadirin.
Lalu dentingan biola mengalun lembut. Zandy Pahlevi dari SD Muhammadiyah 2 Genteng hadir memainkan biola tunggal dengan penuh penghayatan. Penonton pun terbuai, seolah diajak melayang bersama irama yang menyatu dengan semangat siang itu.
Tari Sunda yang Jenaka
Tak mau kalah ceria, SD Muhammadiyah 13 Pabean Cantian menyuguhkan Tari Tokecang, sebuah tari khas Sunda yang jenaka.
Gerakan lucu dan penuh ekspresi dari para penari cilik sukses mengundang gelak tawa dan tepuk tangan dari anak-anak TK yang asyik menonton sembari mewarnai.
Dan untuk menyempurnakan keceriaan, SD Muhammadiyah 21 Semampir menurunkan tim tari dengan aksi seru mereka dalam Tari Bujang Ganong Reog Ponorogo.
Dengan kostum meriah dan gerakan energik, Khanza, Chaira, Kiran, Anisa, Ara, Adeeva, Lingling, dan Rais tampil penuh semangat. Tepuk tangan penonton pun membahana.
Acara ini terpandu penuh keceriaan oleh dua kepala sekolah inspiratif, yaitu Kepala SMP Muhammadiyah 9 Rini Nduruwati MPd dan Kepala SD Muhammadiyah 24 Norma Setyaningrum MPd. Duet mereka sukses mencairkan suasana lomba yang awalnya formal jadi terasa hangat dan menyenangkan.
Kegiatan terbuka secara resmi oleh Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya, Drs Rofiq Munawi MPdI. Ia mengapresiasi kolaborasi antar sekolah Muhammadiyah dan Aisyah ini sebagai bentuk sinergi pendidikan berkemajuan sejak usia dini.
Warna, tawa, dan semangat menyatu. Milad Muhammadiyah ke-113 pun terasa begitu hidup—dalam goresan krayon dan gerak tari anak-anak bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments