Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ratusan Calon Santri Ikuti Tes SPMB Al Mizan Lamongan Gelombang 1

Iklan Landscape Smamda
Ratusan Calon Santri Ikuti Tes SPMB Al Mizan Lamongan Gelombang 1
Suasana pembukaan tes SPMB Al Mizan gelombang 1. (Alfain Jalaluddin Ramadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sejak pagi masih berselimut sejuk, Sabtu (4/4/2026), halaman Pondok Pesantren Al Mizan Putri Lamongan telah dipenuhi ratusan calon santri bersama wali mereka. Wajah-wajah penuh harap itu datang dengan satu tujuan: menapaki langkah awal menuju pendidikan yang bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga menuntun ke jalan surga.

Tepat sejak pukul 06.30 WIB, suasana pondok mulai ramai. Para calon santri mengikuti rangkaian Tes Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan diawali dengan pra acara yang memukau, menampilkan atraksi Drumband Gemah Nada Al Mizan dan seni bela diri Tapak Suci, yang menambah semarak sekaligus menumbuhkan kebanggaan tersendiri.

Ketua Panitia SPMB, Shofan Amrullah, dalam laporannya menyampaikan bahwa pada gelombang pertama ini tercatat sebanyak 213 calon santri telah mendaftar. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren yang ditawarkan Al Mizan.

Suasana semakin khidmat saat memasuki acara inti. Sambutan sekaligus pembukaan disampaikan oleh Wakil Mudir Bidang Pendidikan, Suwito, M.Pd. Dalam pesannya, ia tidak sekadar menyambut, tetapi juga menanamkan orientasi hidup yang lebih tinggi kepada para calon santri dan wali santri.

“Selamat datang di Al Mizan. Semoga Allah menjadikan kita semua bersaudara di dunia dan kelak bertetangga di surga,” tuturnya dengan penuh harap.

Ia menegaskan bahwa ukuran kesuksesan seorang mukmin bukanlah jabatan atau gelar duniawi, melainkan keselamatan dari api neraka dan masuk ke dalam surga. Mengutip Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 185, Suwito mengingatkan bahwa itulah puncak keberuntungan sejati.

Dalam paparannya, Suwito juga menekankan visi besar Al Mizan sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional. Namun, menurutnya, indikator utama lembaga terbaik bukan sekadar prestasi akademik, melainkan kesamaan cita-cita seluruh elemen di dalamnya: menuju surga Allah.

“Lembaga pendidikan terbaik adalah yang seluruh komponennya—pengurus, guru, santri, hingga wali santri—memiliki cita-cita yang sama, yaitu masuk surga,” tegasnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Lebih lanjut, ia mengajak para calon santri untuk meluruskan niat sejak awal. Menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, merupakan jalan yang akan dimudahkan Allah menuju surga. Karena itu, keikhlasan menjadi kunci utama dalam menjalani kehidupan pesantren yang penuh dinamika.

“Kalau niatnya ikhlas karena Allah, maka itu akan menjadi energi yang tidak pernah habis. Meski nanti menghadapi aturan baru, antre makan, antre mandi, bahkan rasa rindu rumah, keikhlasan itu yang akan menguatkan,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa para santri yang saat ini telah bertahan di Al Mizan bukanlah orang-orang yang luar biasa sejak awal, melainkan mereka yang sabar dan istiqamah dalam proses. Dari situlah terbentuk pribadi mukmin yang kuat dan berkomitmen memuliakan Islam melalui jalan thalabul ‘ilmi.

Kepada para wali santri, Suwito berpesan agar menanamkan tawakal yang benar kepada Allah. Ia menegaskan bahwa pesantren hanyalah perantara, sedangkan hasil akhir sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.

“Jangan bertawakal kepada pesantren atau ustaz. Bertawakallah kepada Allah, karena hanya Allah yang mampu menjadikan anak-anak kita menjadi pribadi yang saleh dan berilmu,” ungkapnya.

Pagi itu, di tengah lantunan doa dan harapan, langkah-langkah kecil para calon santri Al Mizan seolah menjadi awal perjalanan panjang. Bukan sekadar menuju bangku pendidikan, tetapi menuju cita-cita tertinggi seorang mukmin: ridha Allah dan surga-Nya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡