
PWMU.CO — Semangat meneladani rukun Islam kelima tampak begitu hidup di Lapangan Muhammadiyah Lerankulon pagi itu. Sebanyak 576 siswa dan siswi dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Perguruan Muhammadiyah Lerankulon mengikuti kegiatan Manasik Haji Bersama.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh antusias dan kekhidmatan. Peserta berasal dari KB Aisyiyah Lerankulon, TK Aisyiyah Lerankulon, SD Muhammadiyah 2 Palang, SMP Muhammadiyah 8 Palang, hingga SMA MBS Tuban.
Acara ini merupakan agenda bersama yang digelar sebagai bagian dari pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis pengalaman nyata, Kamis (1/5/2025). Dengan didampingi oleh 70 guru dan tenaga kependidikan, seluruh peserta mengenakan kain ihram dan mengikuti prosesi manasik yang mensimulasikan pelaksanaan ibadah haji seperti yang dilakukan oleh umat Islam di Tanah Suci Makkah.
Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, Abdul Halim. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendidikan spiritual yang aplikatif untuk ditanamkan sejak dini.
“Agenda pendidikan seperti manasik haji ini sangat penting untuk menanamkan pembelajaran melalui kegiatan yang rutin dan istikamah. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan proses ibadah secara langsung. Ini bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran religius sejak usia dini,” ujar Abdul Halim dalam pembukaan kegiatan.
Lebih lanjut, Muslih, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lerankulon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk doa kolektif dari seluruh peserta.
“Kami berharap, kelak anak-anak yang hari ini ikut manasik dapat benar-benar menjejakkan kaki di Tanah Suci. Ini adalah langkah awal, sebuah cita-cita yang perlu ditanamkan sejak dini,” ucapnya penuh haru.
Simulasi Ibadah yang Didukung Keluarga dan Lingkungan
Kegiatan manasik ini terselenggara berkat kerja sama antara Perguruan Muhammadiyah Lerankulon dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Fajri Tuban, yang turut menjadi pembimbing dalam pelaksanaan simulasi.
Dalam manasik tersebut, anak-anak dikenalkan dengan berbagai tahapan ibadah haji mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga melempar jumrah yang dilakukan secara simbolik.
Menariknya, antusiasme para siswa dan orang tua terlihat luar biasa. Banyak dari mereka yang dengan penuh semangat mengenakan pakaian ihram, bahkan sebagian harus meminjam dari kerabat atau tetangga demi bisa mengikuti kegiatan ini secara sempurna.
Hal ini menunjukkan bahwa semangat belajar dan mengenal rukun Islam tidak hanya dimiliki oleh siswa, tetapi juga turut mendapat dukungan penuh dari keluarga.






0 Tanggapan
Empty Comments