
PWMU.CO – Suasana ceria dan penuh antusiasme tampak di MIM Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, saat puluhan anak-anak usia dini berkumpul mengikuti ajang PAUD ‘Aisyiyah Competition se-Cabang Brondong, Senin (09/06/2025). Kegiatan ini digelar oleh Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Brondong dalam rangka memperingati Milad ‘Aisyiyah ke-108.
Kegiatan ini mengusung tema “Menggali Potensi Menjadi Prestasi” sebagai bentuk upaya menggali dan mengembangkan potensi anak usia dini dalam suasana kompetitif dan menyenangkan. Acara ini diikuti oleh seluruh lembaga PAUD yang berada di bawah naungan ‘Aisyiyah Cabang Brondong dengan berbagai kategori lomba seperti tahfiz, pidato tiga bahasa, senam Anak Sehat Indonesia, Rangking 1, serta shalat.
Acara ini diikuti oleh 22 lembaga PAUD ‘Aisyiyah yang tersebar di wilayah Cabang Brondong, antara lain PAUD ‘Aisyiyah Sedayulawas, PAUD ‘Aisyiyah Ngesong, PAUD ‘Aisyiyah Brengkok, PAUD ‘Aisyiyah Labuhan, dan lainnya. Masing-masing lembaga mengirimkan delegasi terbaiknya untuk mengikuti berbagai lomba yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Adapun jenis lomba yang dipertandingkan meliputi:
‣ Lomba Tahfiz, yang menguji kemampuan anak dalam menghafal surat-surat pendek al-Quran dengan tajwid dan pengucapan yang benar.
‣ Lomba Pidato Tiga Bahasa, di mana peserta menyampaikan pidato persuasif atau informatif di depan audiens dan juri.
‣ Lomba Senam Anak Sehat Indonesia, yang menampilkan kekompakan anak-anak dalam menggerakkan badan sesuai dengan irama lagu serta senyum percaya diri.
‣ Lomba Rangking 1, diikuti oleh siswa maupun siswi yang menunjukkan pengetahuan yang mereka miliki.
‣ Lomba Shalat, menunjukkan kemampuan anak-anak untuk mempraktikkan gerakan shalat secara baik dan benar.
Setiap lomba dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas guru senior, praktisi pendidikan anak usia dini, dan tokoh ‘Aisyiyah setempat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi antarsesama warga ‘Aisyiyah, pendidik, dan wali murid. Orang tua siswa tampak memenuhi ruangan, memberikan semangat langsung kepada putra-putrinya. Banyak dari mereka juga terlibat dalam membantu dekorasi, konsumsi, serta mendampingi anak-anak selama perlombaan berlangsung.
“Kegiatan PAUD ‘Aisyiyah ini sangat menginspirasi saya. Melihat antusias ibu guru, wali murid, dan anak-anak yang ikut dalam ajang tersebut, berjuang dengan semangat dan dedikasi tinggi memberikan motivasi untuk fastabiqul khairat. Saya merasa terharu, terutama saat perlombaan Rangking 1. Anak-anak menunjukkan semangat dan persaingan yang sehat,” ujar salah satu Wali Murid dari PAUD ‘Aisyiyah Ngesong, Yunita Rahayu.
Ia juga menyampaikan bahwa di ajang kompetisi ini terbukti bahwa melalui belajar yang konsisten, siapa pun bisa meraih prestasi yang gemilang.
“Ini adalah pengalaman berharga buat anak saya dan Insyaallah akan selalu diingat. Pesannya, saya berharap kompetisi selanjutnya akan lebih besar dan spektakuler lagi. Semoga dapat memberikan inspirasi dan semangat untuk generasi Muhammadiyah,” imbuhnya.
Sementara itu, Pimpinan ‘Aisyiyah Brondong, Nanik Zuroidah SH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi ‘Aisyiyah dalam pendidikan anak usia dini. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter, keberanian, dan nilai-nilai keislaman harus ditanamkan sejak dini.
“Kita berharap agar anak-anak kita menjadi generasi yang shaleh-shalehah, berprestasi, dan siap menghadapi perkembangan zaman di masa yang akan datang. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah menyumbangkan tenaga dan pikiran demi menyukseskan kegiatan ini,” tuturnya.
Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba dari tiap kategori dan penyerahan hadiah berupa piagam, piala, dan bingkisan edukatif. Suasana haru dan bangga pun menyelimuti peserta, guru, dan orang tua yang melihat anak-anaknya naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan sebagai ajang evaluasi sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan PAUD ‘Aisyiyah di wilayah Brondong. Milad ke-108 ini menjadi momen penting untuk menguatkan kembali peran perempuan dalam pendidikan Islam sejak usia dini. (*)
Penulis Syarif Hidayatullah Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments