Menilik Warisan Pemikiran Pendidikan yang Membangkitkan
Dalam khazanah pemikiran pendidikan, kita memiliki warisan pemikiran dari tokoh-tokoh besar seperti KH Ahmad Dahlan, Ki Hadjar Dewantara, Paulo Freire, dan Ali Syariati. Mereka menawarkan konsep pendidikan yang membebaskan dan membangkitkan.
KH Ahmad Dahlan menekankan pentingnya pengintegrasian antara ilmu agama dan ilmu umum untuk melahirkan manusia yang utuh. Ki Hadjar Dewantara mengajarkan bahwa pendidikan harus berakar pada kebudayaan bangsa dan menghargai kodrat alam serta zaman anak didik.
Sementara Paulo Freire melalui Pedagogy of the Oppressed menekankan bahwa pendidikan sejati adalah pendidikan yang membebaskan, bukan menindas. Ali Syariati memperkenalkan konsep raushan fikr (intelektual tercerahkan-mencerahkan) yang berperan sebagai motor perubahan sosial demi keadilan dan kebenaran.
Pendidikan yang membangkitkan adalah pendidikan yang melahirkan intelektual organik, yaitu mereka yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberpihakan kepada rakyat, kaum mustadh’afin, dan risk society. Intelektual yang tidak terjebak dalam menara gading, tetapi hadir di tengah masyarakat, menyuarakan kebenaran, dan menggerakkan perubahan.
Mereka adalah manusia merdeka, yang tidak tunduk pada kekuasaan atau kepentingan pribadi maupun koloni, tetapi hanya pada nurani, kebenaran, dan tanggung jawab terhadap bangsa.
Tafsir Reflektif Hari Kebangkitan Nasional
Di tengah dunia yang kian kompleks dan penuh tantangan, semangat kebangkitan nasional harus ditafsirkan kembali melalui lensa pendidikan. Kebangkitan bukan lagi soal perlawanan bersenjata, tetapi perlawanan terhadap kebodohan, kemiskinan, ketidakadilan, dan kebobrokan moral. Semua itu hanya bisa diatasi melalui pendidikan yang mencerahkan.
Menjadi guru sejati berarti menjadi penjaga api semangat kebangsaan. Guru sejati tidak hanya mengajarkan apa yang harus dipelajari, tetapi juga menginspirasi murid untuk bertanya, berpikir, dan mencari makna hidup yang lebih dalam. Ia tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga teladan dalam integritas, keberanian, dan kasih sayang.
Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini, marilah kita merenungkan kembali peran pendidikan dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan bermartabat. Marilah kita rawat semangat para pendiri bangsa dan para pejuang kemerdekaan, yang telah menempatkan kepentingan bangsa di atas segalanya.
Marilah kita menjadi bagian dari kebangkitan itu melalui peran kita masing-masing, terutama dalam mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena sejatinya, kebangkitan sebuah bangsa bermula dari kebangkitan kesadaran setiap individunya. Dan kesadaran itu tumbuh dari pendidikan yang memerdekakan, membangkitkan, dan mencerahkan.
Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments