Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Refleksi Milad ke-62 Tapak Suci: Mencetak Generasi Kuat, Mengembangkan Tradisi ke Penjuru Dunia

Iklan Landscape Smamda
Refleksi Milad ke-62 Tapak Suci: Mencetak Generasi Kuat, Mengembangkan Tradisi ke Penjuru Dunia
pwmu.co -
Alfain Jalaluddin Ramadlan.

Tulisan Refleksi Milad Tapak Suci ke-62 Tahun.

Oleh: Alfain Jalaluddin Ramadlan (Anggota Pimda 026 Tapak Suci Lamongan, Ketua Umum Tapak Suci UM Lamongan Periode 2021-2022, Sekretaris Umum Pimcab Istimewa 01 Godog, dan Ketua Umum Tapak Suci Pimcab 02 Al Mizan Lamongan)

PWMU.CO- Setiap peringatan Milad adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan, pencapaian, serta arah masa depan.

Pada tahun ini, Tapak Suci Putera Muhammadiyah memasuki usia 62 tahun, sebuah usia yang matang bagi sebuah organisasi bela diri yang lahir dari rahim Persyarikatan Muhammadiyah.

Sejak didirikan pada 31 Juli 1963 di Yogyakarta, Tapak Suci telah tumbuh dari sekadar perguruan pencak silat menjadi gerakan pembinaan kader muda Islam yang kuat secara fisik, spiritual, dan intelektual.

Milad ke-62 ini mengangkat tema strategis dan mendalam: “Mencetak Generasi Kuat, Mengembangkan Tradisi ke Penjuru Dunia.”

Tema ini tidak hadir secara tiba-tiba. Namun merupakan hasil refleksi panjang terhadap peran Tapak Suci dalam menjawab tantangan zaman.

Di tengah arus modernisasi, globalisasi, dan krisis karakter generasi muda, Tapak Suci hadir sebagai pelita.

Tapak Suci bukan hanya membina fisik melalui jurus dan teknik silat, tapi juga membentuk jiwa melalui nilai-nilai keimanan, akhlak, dan tanggung jawab sosial.

Tapak Suci dan Misi Pembentukan Generasi Kuat

“Dengan Iman dan Akhlak, Tapak Suci Menjadi Kuat, Tanpa Iman dan Akhlak, Tapak Suci Menjadi Lemah.” Motto ini bukan semboyan kosong.

Tapak Suci sejak awal dirancang sebagai alat dakwah Muhammadiyah yang mengintegrasikan olahraga bela diri dengan pendidikan karakter Islami.

Pesilat Tapak Suci diajarkan untuk kuat bukan karena otot semata, tapi karena iman dan akhlak yang kokoh. Dalam banyak latihan dan ujian kenaikan tingkat, selalu ditekankan pentingnya etika, disiplin, dan ketakwaan.

Di berbagai daerah, kita melihat bagaimana Tapak Suci aktif membina remaja dan pemuda agar menjadi generasi yang sehat jasmani, berjiwa ksatria, dan bertanggung jawab sosial.

Misalnya, di Kabupaten Jember, peringatan Milad ke-62 diramaikan dengan long march Tapak Suci sejauh 15–20 kilometer yang diikuti oleh seluruh cabang se-kabupaten.

Ini bukan sekadar kegiatan fisik, tapi sarana melatih ketangguhan mental, kekompakan, serta syiar nilai-nilai perjuangan. Pesilat diajak merasakan letih, haus, dan panas demi sebuah misi: menjadi insan tangguh yang siap menapaki jalan perjuangan kapan dan di mana pun.

Hal serupa terjadi di Tegal, Jawa Tengah. Perayaan Milad ke-62 di sana dihadiri lebih dari seribu pesilat. Agus Solichin, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, dalam sambutannya menekankan pentingnya dukungan daerah terhadap Tapak Suci agar dapat melahirkan atlet berprestasi dan generasi muda yang membanggakan.

Ini menunjukkan sinergi antara Tapak Suci dan pemerintah daerah dalam misi mencetak generasi unggul.

Internasionalisasi

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sebagai perguruan silat yang berbasis nilai Islam dan budaya Indonesia, Tapak Suci tak hanya berkembang di dalam negeri. Sejak awal 2000-an, Tapak Suci aktif melebarkan sayap ke mancanegara.

Kini, perguruan ini telah hadir di lebih dari 22 negara dengan jumlah anggota lebih dari tiga juta, termasuk Mesir, Belanda, Jerman, Austria, Prancis, Arab Saudi, Yaman, Turki, Taiwan, dan Singapura. Ini membuktikan bahwa tradisi bisa menjadi kekuatan global ketika dikemas dengan nilai dan visi yang kuat.

Puncak dari upaya internasionalisasi ini tampak nyata dalam Kejuaraan Dunia II Tapak Suci yang diselenggarakan dalam rangka Milad ke-62 di Universitas Brawijaya, Malang (30 Juli–3 Agustus 2025).

Sebanyak 12 negara ambil bagian dalam ajang ini, menjadikannya sebagai forum silaturahmi internasional para pesilat Tapak Suci.

Tak sekadar lomba, ini adalah panggung globalisasi tradisi, bahwa warisan leluhur Indonesia, ketika digali secara serius dan profesional, dapat diterima dan diapresiasi dunia.

Tapak Suci juga memiliki rekam jejak prestasi di kancah internasional. Pada World Pencak Silat Championship 2022 di Malaysia, para pesilat Tapak Suci menyumbang 1 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Atletnya seperti Winda Novi Yalni menjadi juara di ASEAN University Games.

Bahkan atlet tapak suci yang menjadi langganan Indonesia, seperti Iqbal Chandra Pratama, selalu menyumbangkan medali Indonesia di kancang Internasional. Selain itu nama-nama seperti M Zaki Zikrillah Prasong yang meraih medali emas, serta Bayu Lesmana dan Nia Larasati yang meraih medali perak juga pernah mewakili Indonesia dalam ajang Sea Games.

Semua ini merupakan bukti bahwa Tapak Suci tidak hanya menyebarkan tradisi, tapi juga mengibarkan prestasi.

Tradisi dan Dakwah

Penting untuk digarisbawahi bahwa dalam konteks Tapak Suci, tradisi bukan hal yang stagnan. Tradisi di sini berarti kesinambungan nilai-nilai luhur dalam bentuk baru yang sesuai zaman. Jurus-jurus silat tetap diajarkan, tapi tak hanya sebagai teknik bertarung, melainkan sebagai medium untuk menanamkan nilai kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan.

Tapak Suci juga menjadi alat dakwah kultural Muhammadiyah. Melalui Tapak Suci, generasi muda dikenalkan pada nilai Islam dalam bentuk yang menyenangkan, menantang, dan mendalam.

Perguruan ini menjembatani antara budaya lokal (silat) dan nilai universal Islam, menjadikannya sebagai kekuatan lunak (soft power) Muhammadiyah dalam membina umat.

Masa Depan Tapak Suci

Usia 62 tahun adalah usia emas bagi sebuah organisasi. Tapak Suci telah melewati berbagai fase: konsolidasi, ekspansi, hingga internasionalisasi.

Kini saatnya memperkuat konsistensi. Dengan semangat “Mencetak Generasi Kuat, Mengembangkan Tradisi ke Penjuru Dunia,” Tapak Suci harus terus bergerak, membangun kualitas kader, memperluas jaringan, dan menyesuaikan metode dengan zaman tanpa kehilangan ruh.

Penulis berharap, Tapak Suci tidak hanya menjadi legenda dalam sejarah silat Indonesia, tetapi juga pelopor dalam membentuk umat yang kuat secara ruhani dan jasmani, sekaligus duta budaya yang membawa harum nama Indonesia dan Islam ke panggung dunia. (*)

Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu