Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Refleksi Milad ke-93 Pemuda Muhammadiyah: PDPM Ngawi Gagas Kepemimpinan Negarawan Muda

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Dokumentasi peserta dan narasumber (Joni Kurniawan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Ngawi mengadakan kegiatan resepsi Milad Pemuda Muhammadiyah yang ke 93 tahun digelar di Benteng Pendem Van den Bosch Ngawi pada Senin, (12/5/2025).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ngawi, bersama PDPM dan seluruh jajaran Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Ngawi dari 19 kecamatan.

Dialog Kepemudaan: Dari Refleksi hingga Peran Kenegarawanan

Rangkaian acara dimulai dengan Dialog Kepemudaan sesi pertama yang bertema “Refleksi Gerakan Pemuda Muhammadiyah Ngawi: Tantangan dari Masa ke Masa”, menghadirkan para alumni ketua PDPM Ngawi: Darsono MHum, Masun Azali Amrullah MAg, Hidayaturrizqon MPd, Widodo SPd, dan M Imam Syamsudin MPd.

Para narasumber membagikan pengalaman, tantangan dan hambatan sekaligus solusi konkrit demi kemajuan Pemuda Muhammadiyah Ngawi kedepan.

Setelah sesi refleksi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog kepemudaan sesi kedua yang menghadirkan Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Ngawi. Dialog ini mengusung tema “Pemuda Negarawan, Pemimpin Muda Masa Depan.”

Para narasumber dalam Resepsi Milad Pemuda Muhammadiyah (Joni Kurniawan/PWMU.CO)

Ketua DPRD Ngawi, Dr Yuwono Kartiko SE MM, menjadi narasumber pertama dengan memulai diskusi mengenai sejarah.

“KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di usia 44 tahun, begitu juga Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan saat berusia 44 tahun. Maka, usia bukanlah batasan. Mereka berdua masih pantas disebut Pemuda,” ujarnya.

Selanjutnya Narasumber kedua disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Ngawi, Supeno SPd MM. Beliau yang sering disapa kang peno mengulas terkait dengan diaspora kader.

“Secara prinsip diaspora kader itu baik karena adanya distribusi kader di berbagai lini. Namun kalau berbicara demokrasi tidak lagi mengedepankan kualitatif namun juga aspek kuantitatif,” Jelas kang peno.

Berikutnya, narasumber pamungkas dialog sesi kedua sekaligus menjadi akhir dari sesi ini adalah Anggota DPRD Ngawi, Dr Gunadi Ash Cidiq MPd. ia memaparkan tiga kriteria pemimpin ideal yang ia gunakan sebagai landasan dalam memimpin organisasi kepemudaan. Ada 3 kriteria pemimpin ideal yaitu:

  • Kemampuan dalam membawa organisasi kepada tujuan bersama.
  • Kemampuan problem solving dalam penyelesaian setiap masalah.
  • Evaluasi setiap kegiatan yang dilaksanakan demi perbaikan program kerja lebih baik kedepan.

Setelah kegiatan usai, seluruh peserta Resepsi Milad 93 tahun Pemuda Muhammadiyah Ngawi berfoto dan menutup kegiatan dengan makan siang bersama. (*)

Penulis Joni Kurniawan Editor M Tanwirul Huda

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu