Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Refleksi Peran Perempuan Berkemajuan di Bulan Ramadhan 1447 H

Iklan Landscape Smamda
Refleksi Peran Perempuan Berkemajuan di Bulan Ramadhan 1447 H
Oleh : Nur Inayati Sekretaris Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Laren Lamongan
pwmu.co -

Marhaban ya Ramadan. Kehadiran awal bulan Ramadan 1447 Hijriyah senantiasa menjadi momentum yang paling dinanti oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Bagi kita, Ramadan bukan sekadar pergeseran waktu atau rutinitas tahunan menahan lapar dan dahaga.

Ia adalah momentum istimewa untuk melakukan refleksi mendalam, meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat tali silatul ukhuwah, serta memperluas syiar Islam yang mencerahkan.

Dalam bingkai inilah, peran perempuan Muhammadiyah dituntut untuk terus bergerak dinamis dan strategis melalui gerakan dakwah yang terorganisir, sistematis, dan berkelanjutan di bawah naungan organisasi ‘Aisyiyah.

Sebagai organisasi pilar perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah hadir bukan tanpa alasan.

Perempuan dalam pandangan Islam memiliki kedudukan yang sangat mulia dan memegang mandat yang luas dalam membangun peradaban.

Sejarah Islam telah mencatat dengan tinta emas bagaimana para perempuan hebat berkontribusi besar dalam bidang pendidikan, sosial, hingga penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat.

‘Aisyiyah hadir untuk menyambung nafas perjuangan tersebut dengan memperkuat dakwah yang berkemajuan, berkeadaban, dan benar-benar membumi di tengah dinamika masyarakat modern.

Salah satu bukti nyata dari gerak ini adalah rencana pelaksanaan Dakwah Lintas Ranting ‘Aisyiyah se-Cabang Laren yang akan dilaksanakan secara serempak pada tanggal 3 Ramadan 1447 H.

Agenda besar ini menjadi penegasan bahwa perempuan memiliki posisi penting sebagai subjek dakwah yang aktif, bukan sekadar objek penerima dakwah yang pasif.

Dengan kekuatan kolektif, para perempuan ini bergerak bersama untuk menyampaikan pesan-pesan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Secara sosiologis dan organisatoris, dakwah lintas ranting memiliki makna yang sangat strategis.

Kegiatan ini melampaui sekat-sekat administratif wilayah ranting masing-masing.

Melalui mobilitas dakwah ini, para mubalighah dan kader ‘Aisyiyah dapat saling berbagi pengalaman lapangan, memperluas jejaring persaudaraan, serta menyatukan visi dakwah yang selaras dengan tuntunan Persyarikatan.

Gerakan ini bukan muncul secara instan, melainkan hasil koordinasi intensif melalui kegiatan Corp Muballighat ‘Aisyiyah (CMA) yang telah berdiri sejak Juli 2025.

Pendekatan kolaboratif ini sangat relevan dengan tantangan umat saat ini yang semakin kompleks dan membutuhkan solusi nyata.

Kekuatan dakwah perempuan terletak pada kedekatannya dengan realitas kehidupan keluarga.

Perempuan dibekali dengan kemampuan komunikasi yang empatik serta keteladanan yang kuat dalam keseharian.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Melalui sentuhan perempuan, nilai-nilai Islam dapat disampaikan dengan cara yang lembut, persuasif, dan menyentuh hati tanpa kehilangan ketegasan prinsip.

Inilah yang menjadi ciri khas dakwah ‘Aisyiyah selama ini; dakwah yang merangkul, bukan memukul.

Momentum Ramadan sebagai bulan tarbiyah (pendidikan) dan bulan pembentukan akhlak semakin memperkuat urgensi kegiatan ini.

Kehadiran kader ‘Aisyiyah di berbagai pelosok ranting diharapkan mampu menyulut kembali semangat keislaman masyarakat, khususnya di kalangan perempuan dan keluarga.

Materi dakwah yang diusung pun sangat komprehensif.

Para peserta mubalighah dalam giat CMA Cabang Laren tetap bersemangat menimba ilmu dengan merujuk pada silabus materi Ramadan dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan.

Materi tersebut mencakup tema-tema krusial, antara lain: hakikat ikhlas dalam beramal, pemurnian aqidah dari bahaya Taqlid, atau pun TBC (Tahayul, Bid’ah, Churafat), hingga edukasi mengenai pola hidup sehat ala Rasulullah SAW.

Semua materi ini disampaikan dengan landasan yang kuat, baik dari dalil Al-Qur’an maupun Hadis Sahih, sehingga syiar yang disampaikan memiliki akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dakwah ini tidak hanya menyasar aspek ritualitas, tetapi juga penguatan nilai keadilan, kepedulian sosial, pendidikan anak, serta ketahanan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.

Selain manfaat eksternal, dakwah lintas ranting ini adalah kawah candradimuka bagi kaderisasi internal.

Mengajak kader untuk tampil percaya diri, mengasah kemampuan retorika, dan memperdalam pemahaman keislaman yang kontekstual.

Hal ini sejalan dengan misi besar ‘Aisyiyah untuk mencetak perempuan berkemajuan yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna bagi umat dan bangsa.

Dengan mengusung tema “Sinergi Ranting, Kokohkan Ukhuwah, Raih Berkah Ramadan“, gerakan serempak di Cabang Laren ini mengirimkan pesan kuat bahwa ‘Aisyiyah adalah organisasi yang solid, responsif, dan siap menjadi mitra strategis pemerintah maupun masyarakat dalam pembinaan umat.

Akhirnya, mari kita jadikan gerak dakwah pada Ramadan 1447 Hijriyah ini sebagai amal jariyah yang tak terputus.

Semoga langkah ini menjadi wasilah dalam membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Tetap semangat untuk berjuang dan terus menebar kebaikan Amar Ma’ruf Nahi Munkar.***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu