Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan (PWM Kalsel) menggelar Training of Trainers (ToT) Agen dan Verifikator SatuMu di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Sabtu (4/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat implementasi sistem digital Muhammadiyah dari tingkat wilayah hingga daerah.
Pelatihan tersebut diikuti lebih dari 60 peserta yang terdiri dari unsur PWM Kalimantan Selatan, ketua dan sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Selatan, serta agen dan verifikator dari masing-masing organisasi.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchlas, yang menegaskan pentingnya reformasi digital dalam tata kelola organisasi Muhammadiyah. Menurutnya, transformasi digital merupakan langkah strategis untuk menciptakan sistem organisasi yang lebih efisien, transparan, dan informatif.
“Kita sedang melakukan reformasi digital Muhammadiyah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan tata kelola yang efisien serta informatif. Ini dimulai dari membangun ekosistem digital sebagai fondasi transformasi ke depan,” ujarnya.
Muchlas menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem digital Muhammadiyah dilakukan melalui integrasi berbagai sistem, termasuk DOM sebagai pengelola aplikasi, serta platform publik seperti MASA (Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App) dan SatuMu sebagai sistem pengelolaan data organisasi.
“Hari ini kita membangun DOM untuk mengelola berbagai aplikasi, termasuk sistem publik MASA yang bisa diakses masyarakat, serta SatuMu agar tata kelola administrasi organisasi berjalan shahih dan terintegrasi,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PWM Kalimantan Selatan atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada kolaborasi seluruh elemen organisasi.
“Keberhasilan reformasi ini sangat bergantung pada kerja sama kita semua,” tambahnya.
Pelaksanaan ToT ini turut melibatkan Muhammadiyah Software Labs sebagai pengembang ekosistem digital Muhammadiyah. Para peserta dibekali pemahaman mengenai peran agen dan verifikator dalam memastikan validitas data serta implementasi sistem SatuMu di wilayah masing-masing.
PWM Kalimantan Selatan berharap kegiatan ini dapat mempercepat penerapan sistem digital Muhammadiyah hingga tingkat daerah, sehingga pengelolaan data organisasi dapat berjalan lebih tertata, terintegrasi, dan akurat.





0 Tanggapan
Empty Comments