
PWMU.CO – Pimpinan Komisariat IMM Allende Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya kembali mencatat sejarah dengan sukses menggelar Musyawarah Komisariat (Musykom) ke-10 di SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, (7-8/7/2025). Ajang ini menjadi titik krusial dalam proses regenerasi kepemimpinan dan penataan arah gerakan yang lebih adaptif serta relevan.
Mengusung tema “Beyond Today: Charting a Course for Shared Excellence”, Musykom kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah baru dalam menjawab tantangan zaman. Diwarnai dengan semangat kolaboratif dan partisipatif, seluruh kader IMM Allende hadir aktif dalam proses sidang, diskusi, hingga pemilihan formatur.
Semangat Kaderisasi
Kehadiran Koordinator Komisariat IMM Surabaya dan Pimpinan Cabang IMM Universitas Muhammadiyah Surabaya turut memperkuat semangat kaderisasi. Mereka menjadi saksi lahirnya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan dengan visi yang tajam dan progresif.
Melalui proses yang demokratis, Abyan Dzakwan resmi terpilih sebagai Ketua IMM Allende untuk periode selanjutnya. Didampingi oleh Meyla Zahwa sebagai Sekretaris Umum dan Immawati Dwi Tanjung sebagai Bendahara, ketiganya merupakan kader yang telah membuktikan komitmennya dalam mengawal gerakan IMM Allende selama ini.
Musykom ini juga menandai akhir masa kepemimpinan Amirul Haq selaku Ketua periode 2024–2025. Sosoknya yang tenang, membumi, dan mampu memediasi berbagai dinamika internal telah berhasil membangun fondasi kuat dalam bidang kaderisasi, advokasi, hingga gerakan intelektual. Kepemimpinan Amirul menjadi tonggak penting yang akan terus dikenang dalam jejak sejarah komisariat.
Tak hanya berisi pemilihan dan laporan pertanggungjawaban, Musykom juga menjadi momen reflektif. Evaluasi terhadap capaian dan hambatan selama satu periode dijadikan bekal dalam merumuskan strategi dan arah gerakan ke depan agar lebih relevan, berdampak, dan kontekstual.

Harapan besar pun tertuju kepada kepengurusan baru agar tak hanya menjalankan program secara administratif, tapi juga menghidupkan gerakan yang responsif terhadap realitas sosial, intelektual, dan kemanusiaan. IMM Allende harus terus menjadi wadah tajdid yang menjangkau lebih luas, lebih membumi, dan lebih bermakna.
Selamat mengemban amanah kepada Dzakwan, Meyla Zahwa, dan Dwi Tanjung. Semoga kepemimpinan kalian mampu membawa IMM Allende menuju era baru yang lebih progresif, berjiwa gerakan, dan penuh kebermanfaatan.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada Amirul Haq atas pengabdian, teladan, dan kontribusinya dalam satu periode yang penuh makna. Regenerasi bukan sekadar pergantian struktur, tetapi proses keberlanjutan nilai dan semangat perjuangan. Musyawarah bukan hanya seremonial organisasi, melainkan momentum penyatuan visi, logika, dan cita-cita gerakan. (*)
Penulis Achmad Affan Firdaus Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments