Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rektor UM Surabaya Pimpin AIPNI Jajaki Peluang Perawat Indonesia di Australia

Iklan Landscape Smamda
Rektor UM Surabaya Pimpin AIPNI Jajaki Peluang Perawat Indonesia di Australia
Rombongan Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia dipimpin Dr. Mundakir (tiga dari kiri) di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan di Australia, delegasi Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) melakukan kunjungan resmi ke Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney pada 14 Nopember 2025.

Rombongan yang dipimpin Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) Dr. Mundakir itu, terdiri dari 16 pimpinan Institusi. Mereka disambut hangat oleh Kepala KJRI Sydney, Pendekar Muda Leonard Sondakh dan jajaran.

Pertemuan berlangsung dinamis dan membuka ruang baru bagi kerja sama Indonesia–Australia di bidang keperawatan.

Dalam dialog awal, Leonard Sondakh menyampaikan gambaran situasi kesehatan Australia yang saat ini mengalami tekanan serius di tiga sektor utama: kesehatan jiwa (mental health), pediatrik, dan layanan disabilitas.

Ketiganya disebut sebagai sektor yang “sedang sangat kekurangan tenaga profesional dan memerlukan intervensi jangka panjang.”

Mental health menjadi isu nasional, bahkan menjadi diskursus publik yang sangat sensitif. Di sisi lain, permintaan tenaga untuk pediatrik dan disability support meningkat setiap tahun,” ujar Leonard Sondakh saat membuka pertemuan.

Menurutnya, ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia, terutama karena perawat-perawat Indonesia secara umum disukai oleh fasilitas layanan kesehatan di Australia.

“Reputasi mereka bagus—ramah, disiplin, dan pekerja keras. Hanya satu hal yang terus muncul sebagai kendala: bahasa,” tambahnya.

WHV Membuka Jalan Baru

Diskusi mengalir pada peluang skema Working Holiday Visa (WHV) yang sejak beberapa tahun terakhir menjadi jalur alternatif mobilitas tenaga muda Indonesia ke Australia.

Program ini, yang dimulai tahun 2009, mengalami perkembangan luar biasa. Dari kuota yang awalnya hanya 100 peserta, kini melonjak hingga 5.500 kuota pada 2024.

“Ini kesempatan yang sayang jika tidak dimanfaatkan oleh lulusan keperawatan Indonesia,” tegas pihak KJRI.

Beberapa poin penting WHV yang dibahas di antaranya usia pendaftar 18–30 tahun, masa berlaku visa 1 tahun, bisa diperpanjang hingga tahun kedua dan ketiga, pengajuan membutuhkan Surat Dukungan Utama (SDU).

Iklan Landscape UM SURABAYA

Skema ini memungkinkan peserta bekerja sambil berlibur, termasuk di sektor-sektor yang relevan bagi lulusan kesehatan

Bagi AIPNI, WHV dipandang sebagai jembatan awal bagi lulusan keperawatan untuk mengenal lingkungan kesehatan Australia, sekaligus memperkuat portofolio internasional mereka sebelum masuk jalur profesi yang lebih formal.

AIPNI Siapkan Adaptasi Kurikulum

Ketua Delegasi AIPNI Dr. Mundakir mengakui bahwa masukan dari KJRI Sydney sangat relevan dengan arah pengembangan pendidikan keperawatan di Indonesia. Menurutnya, ada tiga langkah strategis yang akan diperkuat:

1. Peningkatan kemampuan bahasa Inggris keperawatan (nursing English).

2. Penyesuaian kurikulum praktik klinik dengan kebutuhan global, termasuk aspek mental health, pediatrik, dan disability care.

3. Kolaborasi dengan institusi pendidikan dan rumah sakit di Australia, baik dalam bentuk pertukaran, magang, maupun riset terapan.

“AIPNI juga menyiapkan pemetaan jalur career pathway bagi lulusan, termasuk memanfaatkan WHV, kerja sama akademik, serta peluang kerja sektor kesehatan non-registrasi yang legal dan sesuai aturan Australia,” ujar Mundakir.

Di akhir pertemuan, Leonard Sondakh menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung proses kolaborasi ini.

“KJRI Sydney siap memfasilitasi dialog lanjutan dengan institusi kesehatan, universitas, maupun regulator di Australia. Ini momentum yang harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan. Di tengah transformasi besar sistem kesehatan Australia dan meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan global, kolaborasi AIPNI–KJRI Sydney dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kualitas perawat Indonesia sekaligus memperluas diplomasi pendidikan Indonesia di kawasan Pasifik. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu