Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Hidayatullah, memaparkan berbagai capaian strategis kampus dalam acara Halalbihalal Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo yang digelar di Aula KH Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida, Ahad (5/4/2026).
Dalam sambutannya, ia mengawali dengan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan.
“Atas nama pimpinan Umsida, kami menyampaikan selamat datang di Kampus 1 Umsida. Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Hidayatullah juga memaparkan perkembangan Umsida sebagai bentuk rasa syukur bersama. Saat ini, Umsida memiliki tiga kampus, yakni Kampus 1 di Sidoarjo, Kampus 2 di Candi, dan Kampus 3 di Wonoayu.
“Dari tiga kampus ini, Umsida membina 11.511 mahasiswa yang tersebar di enam fakultas, program pascasarjana, dan 37 program studi,” jelasnya.
Umsida Raih Akreditasi Unggul dan Masuk Klaster Mandiri Nasional
Hidayatullah menambahkan, dari 37 program studi tersebut, sebanyak 16 program studi telah meraih akreditasi unggul. Pihaknya menargetkan pada 2026–2027 akan ada tambahan lima program studi yang memperoleh akreditasi unggul.
“Insyaallah jumlahnya menjadi 21 program studi terakreditasi unggul,” imbuhnya.
Ia menegaskan, capaian Umsida tidak hanya pada level program studi, tetapi juga institusi. Sejak 2024, Umsida telah meraih akreditasi perguruan tinggi unggul.
“Target akreditasi unggul sebenarnya pada 2026, tetapi Alhamdulillah dapat kami percepat menjadi 2024,” ungkapnya.
Percepatan tersebut turut mendorong peningkatan posisi Umsida di tingkat nasional. Jika sebelumnya ditargetkan masuk kategori perguruan tinggi nasional kompetitif pada 2027, sejak 2025 Umsida telah berhasil mencapainya.
“Alhamdulillah sejak 2025 Umsida masuk kategori nasional kompetitif dan berada pada klaster mandiri, sejajar dengan kampus besar seperti ITS, Unair, dan UGM,” jelasnya.
Dalam pemeringkatan SINTA Score, Umsida juga mengalami peningkatan signifikan. Pada 2024 berada di peringkat 42 nasional, kemudian naik menjadi peringkat 6 perguruan tinggi terbaik di Indonesia pada 2025.
“Padahal jumlah perguruan tinggi di Indonesia sekitar 4.000. Ini capaian luar biasa atas izin Allah dan kerja keras bersama,” tegasnya.
Prestasi Mahasiswa Mendunia, Umsida Siapkan Rumah Sakit Beroperasi 2026
Pada Desember 2025, Umsida juga meraih tiga penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi dan Saintek, termasuk dalam kategori kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Prestasi mahasiswa turut menjadi perhatian. Hidayatullah menyebut mahasiswa Umsida terus menunjukkan kiprah di tingkat nasional hingga internasional.
“Prestasi mahasiswa tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional bahkan internasional. Tim Umsida pernah mewakili Indonesia di Qatar dan meraih juara 1,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu memilih Umsida sebagai perguruan tinggi tujuan.
“Tidak ada perbedaan antara Umsida dengan kampus besar lainnya. Yang membedakan adalah prestasi dan kesungguhan,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Hidayatullah menyampaikan rencana pengembangan layanan kesehatan melalui pembangunan rumah sakit Umsida yang segera difungsikan.
“Insyaallah dua bulan ke depan pembangunan selesai, kemudian dilengkapi alat kesehatan dan SDM. Target kami Agustus 2026 sudah dapat beroperasi untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Persyarikatan Muhammadiyah atas dukungan yang telah diberikan, mulai dari tingkat pusat hingga ranting.
“Atas nama seluruh civitas akademika Umsida, kami mohon maaf apabila masih ada layanan yang belum sesuai harapan,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments