Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rektor Unram: Tanpa Penjurusan di SMA, Bekal Siswa Masuk Perguruan Tinggi Masih Kurang

Iklan Landscape Smamda
Rektor Unram: Tanpa Penjurusan di SMA, Bekal Siswa Masuk Perguruan Tinggi Masih Kurang
pwmu.co -
Rektor Universitas Mataram, Prof Ir Bambang Hari Kusumo MAgrSt PhD (FKIP Unram)

PWMU.CO – Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof Ir Bambang Hari Kusumo MAgrSt PhD, menyatakan dukungannya terhadap rencana penerapan kembali sistem penjurusan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketika redaksi PWMU.CO menggelar wawancara pada Kamis (17/4/2025), ia menyampaikan bahwa penjurusan merupakan langkah penting untuk memperkuat kesiapan siswa dalam melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

“Saya setuju dengan rencana penjurusan di SMA. Dulu waktu saya SMA, saya sendiri mengalami manfaatnya. Ketika saya tertarik pada sains, saya bisa belajar lebih dalam melalui jurusan IPA,” ungkap Prof. Bambang.

Ia menilai bahwa tanpa adanya penjurusan, siswa akan kekurangan bekal saat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. “Misalnya, siswa yang ingin masuk ke kedokteran, perikanan, atau pertanian, jika dari SMA tidak mendapatkan cukup pelajaran biologi, maka akan kesulitan nantinya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Bambang menekankan bahwa setiap individu memiliki bakat dan tingkat intelegensia yang berbeda. Oleh karena itu, siswa yang sejak awal sudah memiliki minat kuat di bidang sosial, misalnya, sebaiknya difasilitasi dengan pembelajaran ilmu sosial yang memadai melalui penjurusan IPS. Hal ini akan membantu mereka lebih siap dan mantap dalam memilih jalur pendidikan lanjutan yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Terkait wacana pengadaan kembali Tes Potensi Akademik (TPA) sebagai bagian dari seleksi masuk perguruan tinggi, Prof. Bambang menyambut baik gagasan tersebut. “Itu ide yang sangat cerdas. Kami di universitas cukup kerepotan jika hanya menyeleksi berdasarkan nilai rapor, karena standar antara satu SMA dengan SMA lainnya tidak selalu sama,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penyesuaian kurikulum SMA terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, tantangan kurikulum ke depan akan semakin kompleks, khususnya terkait perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI). “Kurikulum SMA harus menyesuaikan. Anak-anak perlu dikenalkan dengan ilmu-ilmu masa depan tersebut sejak dini,” tandasnya.

Dengan dukungan terhadap penjurusan di jenjang SMA, TPA untuk masuk ke perguruan tinggi, dan pembaruan kurikulum, Prof. Bambang berharap sistem pendidikan Indonesia semakin mampu membekali generasi muda dengan kompetensi yang relevan untuk menjawab tantangan zaman. (*)

Penulis Wildan Nanda Rahmatullah Editor Azrohal Hasan

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu