
PWMU.CO – Rektor Wanita Pertama Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Nadhirotul Laily membakar semangat santri Kelas IX SMPM 12 Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur untuk melanjutkan studi di Madrasah Aliyah (MA) Al-Ishlah yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung.
Hal itu diungkapkan saat memberikan orasi pendidikan dalam kegiatan pelepasan Kelas IX SMPM 12 Sendangagung yang digelar di depan Gedung KH Ahmad Dahlan SMPM 12 Sendangagung, Sabtu (10/05/2025).
Di hadapan kurang lebih 1000 hadirin, perempuan kelahiran Lamongan 8 Juni 1982 ini mengajak hadirin menanamkan nilai Qurani sejak dini pada anak, agar kuat menghadapi derasnya arus tekhnologi internet, gadget, AI, dan sosial media yang sarat akan distraksi, konten negatif, yang berakibat krisis moral.

Rektor wanita pertama UMG (2022-2025) ini juga menyampaikan pentingnya peran orang tua dan guru sebagai teladan utama dan perlunya kolaborasi untuk membimbing di dunia nyata dan digital.
“Maja di sinilah pentingnya pesantren hadir untuk membentuk lingkungan islami, dan mengintegrasikan ilmu agama dan umum secara seimbang,” papar dosen yang tinggal di Jalan Belitung VIII/72 Gresik Kota Baru (GKB) Gresik ini.
Ia menambahkan, saya turut merekom agar santri SMPM 12 kelas IX ini melanjutkan studinya di MA Al-Ishlah, ini demi kesinambungan pendidikan kalian, dan mondok itu penting untuk membentuk karakter Islami.
“Saya berpesan, tetap rendah hati dan istiqamah, jaga shalat, akhlak, dan semangat belajar, amalkan ilmu yang diperoleh di pondok karena pendikan di pesantren itu sesuai yang ada dalam surat Luqman yang mengajarkan pendidikan iman dan akhlak,” pungkasnya.
Usai acara ramah tamah yang ditempatkan di Meeting Room Gedung KH Ahmad Dahlan Lantai 1, Nadhirotul Laily yang didampingi oleh Istri pengasuh Ponpes Al-Ishlah (Dra Mutmainnah) mendadak ingin keliling karena tertarik ingin melihat lebih dekat Ponpes Al-Ishlah yang tidak jauh dari lokasi acara. (*)
Penulis Gondo Waloyo Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments