Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Relawan Muhammadiyah Pulihkan Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang

Iklan Landscape Smamda
Relawan Muhammadiyah Pulihkan Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang
Relawan MDMC Muhammadiyah Jatim sedang membersihkan lumpur yang memenuhi ruang kelas RA Darul Mutaalimin. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Di tengah duka dan keterbatasan pascabanjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, secercah harapan hadir dari kepedulian relawan Muhammadiyah.

Tim Relawan Muhammadiyah Jatim melakukan aksi pembersihan di MTs Swasta Sunting dan RA Darul Mutaalimin, Dusun Anggrek, Desa Sunting, Kecamatan Bandar Pusaka, Kamis (2/1/2026).

Kedua sekolah tersebut sebelumnya terendam banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Sejak pagi hari, relawan bersama pihak sekolah dan warga setempat bergotong royong membersihkan ruang kelas, fasilitas belajar mengajar, serta halaman sekolah yang masih dipenuhi endapan lumpur dan sampah sisa banjir.

Aktivitas ini menjadi krusial karena sekolah dijadwalkan kembali menerima siswa pada 5 Januari 2026, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur.

Aksi pembersihan ini tidak sekadar membersihkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memulihkan rasa aman dan semangat belajar anak-anak di wilayah terdampak.

Pendidikan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak banjir, sekaligus sektor yang harus segera dipulihkan agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang bagi masa depan generasi muda.

Relawan Muhammadiyah Pulihkan Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang
Relawan MDMC Muhammadiyah Jatim saat membersihkan ruang kelas MTs Swasta Desa Sunting. Foto: Istimewa

Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang memberikan dampak luas. Data posko tanggap darurat mencatat puluhan ribu warga terpaksa mengungsi, sementara ratusan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat terjangan banjir yang melanda lebih dari 12 kecamatan.

Kecamatan Bandar Pusaka, termasuk Desa Sunting, menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di lokasi pengungsian hingga beberapa pekan setelah banjir surut.

Hingga kini, sebagian warga masih berada di titik-titik pengungsian. Di saat yang sama, pemerintah bersama berbagai unsur relawan terus berupaya mempercepat penyaluran bantuan logistik, rehabilitasi rumah warga, serta pemulihan fasilitas umum, termasuk sekolah dan tempat ibadah.

Kepala MTs Swasta Sunting, Hermayani Maisuriah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas kehadiran relawan Muhammadiyah Jatim.

Menurutnya, bantuan tersebut datang di saat yang sangat dibutuhkan, mengingat waktu yang tersisa untuk menyiapkan ruang belajar yang layak terbilang sangat sempit.

“Pada 5 Januari 2026 siswa sudah harus masuk sekolah kembali. Kondisi ruang kelas tentu harus siap agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik. Kehadiran relawan Muhammadiyah sangat membantu kami,” ujar Hermayani di sela-sela kegiatan pembersihan.

Senada dengan itu, Koordinator Tim Relawan Muhammadiyah Jawa Timur untuk wilayah Sumatera Utara, Rossi Hendrawan, menegaskan, kegiatan pembersihan sekolah merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam membantu masyarakat terdampak bencana secara menyeluruh.

Relawan Muhammadiyah Pulihkan Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang
Rossi Hendrawan (tiga dari kanan) bersama tim relawan MDMC Jawa Timur dan guru RA Darul Mutaalimin seusai membersihkan ruang kelas. Foto: Istimewa

“Bantuan Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga menyentuh pemulihan sektor pendidikan dan ekonomi. Sekolah adalah ruang penting bagi masa depan anak-anak, sehingga harus segera dipulihkan,” kata Rossi.

Dia menambahkan, hingga saat ini tim relawan Muhammadiyah Jawa Timur juga terus melakukan asesmen untuk memetakan kebutuhan masyarakat terdampak banjir. Langkah tersebut dilakukan agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Muhammadiyah kembali menegaskan perannya sebagai gerakan yang hadir di tengah masyarakat, tidak hanya pada saat darurat bencana, tetapi juga dalam fase pemulihan.

Di tengah lumpur dan sisa-sisa banjir, semangat gotong royong dan kepedulian menjadi fondasi penting untuk menata kembali kehidupan, sekaligus menjaga agar hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu