Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rembuk Merah Putih di UINSA: Sinergi Cegah Intoleransi dan Terorisme

Iklan Landscape Smamda
Rembuk Merah Putih di UINSA: Sinergi Cegah Intoleransi dan Terorisme
Momen penyerahan cinderamata dari FKPT ke UIN Sunan Ampel Surabaya (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Rembuk Merah Putih yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menjadi momentum penting dalam memperkuat upaya pencegahan intoleransi dan terorisme. Kegiatan ini merupakan agenda Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur yang sekaligus menjadi ajang sosialisasi, pembinaan, serta koordinasi lintas sektor dalam mencegah paham terorisme.

Ketua FKPT Jawa Timur, Prof Husniatus Salamah, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menguatkan upaya pencegahan sejak dini. “Agenda ini tentu sosialisasi dan pembinaan pencegahan, koordinasi terkait upaya menangkal sikap intoleransi yang bermuara pada terorisme. Harapannya, teman-teman yang sempat terpapar ide-ide radikal bisa kembali cinta kepada tanah air,” ujarnya.

FKPT Jawa Timur sendiri memiliki delapan struktur kepengurusan, mulai dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, hingga lima bidang utama: agama, sosial, ekonomi, dan budaya; pemuda dan pendidikan; media massa, hukum, dan humas; bidang perempuan dan anak; serta bidang penelitian dan pengkajian. Kegiatan Rembug Merah Putih kali ini merupakan program sinergi bidang media massa, hukum, dan humas bersama bidang pemuda dan pendidikan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UINSA, Prof Dr H Ali Mudhofir MAg, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. “Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada UIN Sunan Ampel menjadi tuan rumah Rembug Merah Putih. Kehadiran bapak-ibu sekalian di sini adalah tanda nyata kecintaan kita terhadap tanah air,” ungkapnya.

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel Sus Dr Harianto SPd MPd dalam kesempatan itu juga menekankan peran penting media dalam menjaga harmoni bangsa. “Tidak ada satupun sekarang antara ruang dan waktu yang bisa dipisahkan. Semua bisa disatukan lewat media massa. Maka, pengawak media tentu penting sebagai suara yang menghadirkan nuansa kedamaian,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi. “Kita tidak mampu berdiri sendiri. Tanpa kehadiran Institusi pendidikan, tanpa dukungan mahasiswa, tokoh pemuda, dan organisasi masyarakat, pencegahan ini tidak akan maksimal. Forum ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir dalam rangka mencegah paham ekstremisme dan terorisme. Basis paling kecil, yaitu keluarga, juga harus menjadi benteng pertama agar lingkungan terdekat kita tidak tercemar oleh paham terorisme,” pesannya.

Apresiasi juga diberikan kepada Rektor UINSA yang telah memfasilitasi agenda penting ini. Kehadiran berbagai pihak di forum Rembug Merah Putih menjadi simbol nyata semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan, memperkuat moderasi, serta meneguhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu