Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan sukses menyelenggarakan pembukaan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II Wilayah Kerja III yang meliputi PCNA Babat, PCNA Pucuk, PCNA Sekaran, dan PCNA Pangkatrejo. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus 1 SMK Muhammadiyah 5 Babat pada Sabtu-Ahad (10/1/2026).
DANA II Wilker III mengusung tema “Bumikan Perkaderan, Siapkan Kader Pimpinan”, sebagai upaya memperkuat ideologi, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan kader Nasyiatul Aisyiyah dalam mengemban amanah organisasi ke depan.
Rangkaian pembukaan berlangsung khidmat dengan susunan sambutan yang diawali oleh Ketua Panitia, dilanjutkan sambutan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Babat, Sekretaris PDNA Lamongan, serta perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan. Kehadiran unsur persyarikatan ini menegaskan sinergi antara ortom dan pimpinan Muhammadiyah dalam menyiapkan kader perempuan muda yang berkemajuan.
Pelaksanaan DANA II Wilker III menjadi bagian dari ikhtiar sistematis PDNA Lamongan dalam memperluas jangkauan perkaderan formal hingga ke tingkat wilayah kerja. Melalui forum ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai ideologi Nasyiatul Aisyiyah, tetapi juga mampu menginternalisasikannya dalam gerakan nyata di cabang dan ranting masing-masing.
Dalam sistem perkaderan Nasyiatul Aisyiyah, DANA II berfokus pada pembentukan kader yang siap memimpin dan menggerakkan organisasi, bukan hanya memahami struktur dan nilai dasar. Materi yang diberikan menitikberatkan pada penguatan visi, keterampilan kepemimpinan, analisis sosial, serta kesiapan kader dalam merespons tantangan umat dan masyarakat.
Selain sebagai ruang penguatan pemahaman organisasi, DANA II juga dirancang sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan, manajemen organisasi, komunikasi, serta kepekaan sosial. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk membentuk kader yang siap bergerak, berdaya saing, dan berkontribusi aktif dalam dakwah Islam berkemajuan.
Dengan terlaksananya pembukaan DANA II Wilker III ini, PDNA Lamongan berharap lahir kader-kader pimpinan yang tidak hanya cakap secara struktural, tetapi juga memiliki militansi, kepekaan sosial, serta komitmen kuat terhadap perjuangan Nasyiatul Aisyiyah dan Muhammadiyah.


0 Tanggapan
Empty Comments