Festival Anak Shaleh Muhammadiyah (Fashmu) ke-2 tingkat Kota Batu resmi dibuka pada Sabtu (16/8/2025) di halaman Perguruan Muhammadiyah Welirang, Jalan Welirang nomor 17 Batu pada pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 103 peserta dari sekolah, pondok pesantren, dan TPQ Muhammadiyah se-Kota Batu.
Pembukaan Fashmu ke-2 ini dilakukan secara meriah di hadapan para pimpinan daerah Muhammadiyah, ortom, kepala sekolah, guru pendamping, dewan juri, dan para peserta.
Ketua Panitia Pelaksana, Sanadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Nomor: 265/II.2/E/2025 tanggal 11 Juli 2025.
Ia menyampaikan bahwa terdapat enam cabang lomba yang dipertandingkan, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ), Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), Lomba Kaligrafi Islami (LKI), Lomba Syarhil Quran (LSQ), dan Lomba Qiroatul Kutub (LQK).
Setiap cabang lomba akan menghasilkan tiga pemenang individu dan satu pemenang tim sekolah yang berhak mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu dalam ajang Fashmu ke-2 tingkat Provinsi Jawa Timur, yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2025 mendatang.
Tujuan kegiatan ini yakni memasyarakatkan al-Quran dan sunah Rasul dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap isi kandungan al-Quran, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan minat, bakat, kreativitas, dan sportivitas di kalangan generasi muda Muhammadiyah.
Sekretaris PDM Kota Batu, Ustadz Syarif Hidayatullah, secara resmi membuka kegiatan Fashmu ke-2 setelah mendengarkan laporan pelaksanaan kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Panitia.
“PDM Kota Batu mengapresiasi kegiatan ini. Kepada Majelis Tabligh dan seluruh panitia, kami ucapkan terima kasih karena telah memfasilitasi pelaksanaan Fashmu ke-2 ini,” ujar Ustadz Syarif dalam sambutannya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada para peserta.
“Berlomba-lombalah untuk terus melangkah lebih baik. Semoga nantinya terpilih wakil terbaik yang akan dikirim ke tingkat wilayah,” pesannya.
Diharapkan, Fashmu ke-2 ini dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan al-Quran dan sunah bagi generasi penerus Muhammadiyah, sekaligus membentuk kader yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments