Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya bergerak cepat merespons dampak bencana banjir yang melanda wilayah Aceh. Organisasi mahasiswa ini menyalurkan bantuan darurat sekaligus menyiapkan skema pendampingan jangka panjang bagi 20 mahasiswa perantauan di Surabaya yang keluarganya menjadi korban bencana tersebut.
Inisiatif kemanusiaan ini bermula pada Senin (07/12/2025), ketika Pimpinan Komisariat (PK) IMM Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menerima laporan dari Takmir Masjid Muhammadiyah Ar-Royan, Buduran, Sidoarjo.
Laporan tersebut menyoroti kondisi seorang mahasiswi Psikologi UNESA yang mengalami kesulitan ekonomi mendadak setelah keluarganya di Aceh terdampak banjir parah.
Merespons informasi tersebut, IMM UNESA segera berkoordinasi dengan Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SPM) Pimpinan Cabang IMM Surabaya untuk melakukan verifikasi lapangan dan penggalangan dana darurat.
Identifikasi Sebaran Mahasiswa Terdampak
Tim IMM bergerak ke lokasi pada malam yang sama untuk menyalurkan bantuan awal berupa paket logistik pangan dan santunan tunai. Namun, temuan di lapangan menunjukkan dampak yang lebih luas. Dari penelusuran awal tersebut, tim berhasil mengidentifikasi bahwa terdapat total 20 mahasiswa yang keluarganya di Aceh turut menjadi korban.
Para mahasiswa ini tersebar di enam perguruan tinggi di Surabaya dan sekitarnya, yakni:
- Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
- Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
- Universitas Airlangga (UNAIR)
- Telkom University Surabaya
- Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS)
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa para mahasiswa tidak hanya menghadapi kerugian materiil, tetapi juga kendala komunikasi dengan keluarga di kampung halaman serta beban psikologis.
Komitmen Kawal hingga Tuntas
Menyadari kompleksitas masalah yang dihadapi, IMM Kota Surabaya memutuskan untuk meningkatkan status bantuan ini menjadi program pendampingan berkelanjutan. Fokus utama tidak hanya pada bantuan finansial sesaat, tetapi juga dukungan psikososial dan advokasi akademik agar perkuliahan mereka tidak terganggu.
Sekretaris Bidang SPM IMM Cabang Surabaya, Muhammad Fakhir Raihansyah, menegaskan bahwa langkah ini adalah manifestasi nyata dari nilai humanitas dalam Tri Kompetensi Dasar IMM.
“Prioritas kami adalah memastikan rekan-rekan mahasiswa tetap dapat fokus menyelesaikan studinya. Jangan sampai musibah yang menimpa keluarga di Aceh memutus harapan pendidikan mereka di Surabaya,” ujar Fakhir.
Ia menambahkan, IMM berkomitmen mengawal para mahasiswa tersebut. baik melalui dukungan moril maupun advokasi kebijakan kampus sebagai bentuk solidaritas sesama perantau dan kader bangsa jika diperlukan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments