Revitalisasi Cabang dan Ranting Muhammadiyah adalah ikhtiar strategis untuk memperkuat dakwah Islam berkemajuan. Cabang dan Ranting bukan sekadar struktur organisasi, tetapi pusat denyut kehidupan Muhammadiyah di akar rumput.
Jika ia hidup dan bergerak, maka seluruh amal usaha, kaderisasi, dan dakwah akan berakar kuat. Namun, jika ia lemah, maka gerakan hanya akan tampak megah di permukaan, tapi rapuh di dalam.
Allah Swt. berfirman “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).
Ayat ini menjadi pedoman bahwa Cabang dan Ranting harus senantiasa hadir menyeru kebaikan, melayani umat, dan mencerahkan kehidupan.
Masalah dan Urgensi Revitalisasi
Revitalisasi Cabang dan Ranting : Strategi penguatan kembali Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai basis gerakan melalui proses penataan, pemantapan, peningkatan dan pengembangan Cabang dan Ranting baru ke arah kemajuan dalam berbagai aspek gerakan Muhammadiyah
Realitas menunjukkan bahwa sebagian Cabang dan Ranting Muhammadiyah mengalami stagnasi. Struktur ada, tetapi aktivitas terbatas. Ada Ranting yang hanya aktif saat musyawarah, sementara keseharian dakwah kurang menggema.
Padahal, tantangan dakwah di era ini semakin kompleks : digitalisasi informasi, masalah sosial-ekonomi umat, urbanisasi, hingga pergeseran nilai generasi muda.
Urgensi revitalisasi dapat dilihat dari tiga sisi:
- Menghidupkan pusat dakwah umat. Ranting yang aktif akan menjadi wadah pendidikan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat.
- Menjaga identitas Muhammadiyah. Tanpa Ranting yang hidup, Muhammadiyah bisa kehilangan pijakan di masyarakat akar rumput.
- Menjamin kaderisasi berjenjang. Dari Rantinglah lahir kader yang kelak menjadi Pimpinan di tingkat Daerah, Wilayah, hingga Pusat.
Rasulullah Saw. bersabda “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad).
Artinya, Cabang dan Ranting harus menjadi instrumen manfaat, bukan sekadar papan nama organisasi.
Kebijakan Umum Revitalisasi
Revitalisasi harus berjalan dengan kebijakan yang jelas dan terarah, antara lain:
- Penguatan kepemimpinan lokal. Pemimpin Cabang dan Ranting dipersiapkan melalui kaderisasi yang matang, misalnya dengan mengikuti Baitul Arqom
- Program dakwah berbasis komunitas. Setiap Cabang dan Ranting mengembangkan program sesuai kebutuhan warga sekitar, mulai dari pengajian keluarga, pembinaan remaja, hingga dakwah digital.
- Sinergi antar-tingkatan. Cabang dan Ranting perlu pendampingan intensif dari Pimpinan Daerah, Wilayah, maupun Pusat.
- Optimalisasi amal usaha lokal. TK, TPA, koperasi syariah, atau klinik kesehatan sederhana bisa menjadi pusat dakwah dan pelayanan masyarakat.
Model Pengembangan Cabang dan Ranting
Model pengembangan Cabang dan Ranting harus kontekstual sesuai kondisi sosial masyarakat. Beberapa model yang bisa diterapkan :
- Berbasis Amal Usaha. Ranting dengan sekolah Muhammadiyah dapat menjadikannya pusat kaderisasi.
- Berbasis Komunitas. Cabang di lingkungan petani, buruh, atau nelayan bisa mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan komunitasnya.
- Berbasis Kaderisasi. Menghidupkan Hizbul Wathan, IPM, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Tapak Suci sebagai wadah generasi muda.
- Berbasis Dakwah Kultural. Memanfaatkan budaya lokal yang selaras syariat sebagai media dakwah yang membumi.
Digital Kuat, Cabang Ranting Masjid Hebat
Era digital adalah tantangan sekaligus peluang. Ranting yang cerdas digital akan mampu menjangkau generasi muda dan masyarakat luas. Media sosial, website, hingga aplikasi pesan singkat dapat menjadi sarana dakwah.
Misalnya, ranting bisa membuat konten dakwah singkat di TikTok atau Instagram, mengelola grup WhatsApp jamaah untuk koordinasi pengajian, atau membuat kanal YouTube sederhana berisi kajian dari masjid ranting.
Namun, kekuatan digital harus dibarengi dengan kemakmuran masjid. Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi pusat aktivitas umat : pengajian, pemberdayaan ekonomi, pendidikan anak, hingga pelayanan sosial. Bila masjid hidup, jamaah akan berkumpul ; bila digital dikuatkan, dakwah akan meluas.
Kombinasi keduanya—masjid yang makmur dan dakwah digital yang kreatif—akan menjadikan Cabang dan Ranting Muhammadiyah semakin hebat, membumi di tengah masyarakat sekaligus melangitkan dakwah Islam berkemajuan.
Inilah makna sabda Nabi Saw “Barang siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan digitalisasi yang kuat dan masjid yang hidup, Cabang dan Ranting akan tampil sebagai pusat dakwah yang membumi sekaligus melangit.
Optimalisasi Kader untuk Dakwah Islam Berkemajuan
Kader adalah kunci. Tanpa kader, struktur akan mati. Optimalisasi kader dapat dilakukan dengan:
- Pelatihan kepemimpinan dan manajemen. Agar kader mampu memimpin Ranting secara modern.
- Penguatan spiritual. Kader yang kuat imannya akan tangguh menghadapi tantangan zaman.
- Kreativitas dalam dakwah. Kader perlu dilatih mengelola media, membuat konten, hingga merancang program pemberdayaan masyarakat.
Kader Ranting dan Cabang harus hadir bukan hanya dalam pengajian, tetapi juga memberi solusi nyata. Mendampingi ekonomi warga, mengajar anak-anak mengaji, hingga menggerakkan kesadaran peduli lingkungan.
Revitalisasi Ranting dan Cabang Muhammadiyah adalah keniscayaan. Masalah stagnasi harus diatasi dengan kebijakan yang tepat, model pengembangan yang kontekstual, pemanfaatan digital, serta optimalisasi kader.
Dengan Cabang yang kuat, Muhammadiyah akan semakin kokoh sebagai gerakan Islam berkemajuan, membumikan dakwah yang mencerahkan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi umat.
Kunci keberhasilan revitalisasi Cabang dan Ranting terletak pada kualitas kepemimpinan, kekompakan organisasi, kaderisasi berkelanjutan, kemandirian amal usaha, serta kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat. Di tengah tantangan zaman yang kompleks, Cabang dan Ranting Muhammadiyah harus tampil sebagai agen perubahan sosial yang membumi dan membebaskan.
Sebagaimana semangat KH Ahmad Dahlan, kita harus terus melangkah dengan keyakinan bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Maka, mari kita kuatkan Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai benteng dakwah, pusat pencerahan, dan penggerak kemajuan umat dan bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments