Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Revitalisasi Sekolah 3T Tunjukkan Dampak Nyata

Iklan Landscape Smamda
Revitalisasi Sekolah 3T Tunjukkan Dampak Nyata
Program Revitalisasi Kemendikdasmen Bikin Sekolah 3T Lebih Layak dan Nyaman, Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak nyata, khususnya di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Tidak sekadar memperbaiki bangunan fisik sekolah, program ini turut memperkuat lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas sebagai bagian dari visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Sejumlah kepala satuan pendidikan di wilayah 3T mengungkapkan perubahan signifikan setelah revitalisasi dilakukan.

Dampaknya terlihat dari meningkatnya semangat belajar peserta didik, kualitas proses pembelajaran yang semakin baik, tumbuhnya rasa percaya diri sekolah dalam memberikan layanan pendidikan, hingga meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan.

Revitalisasi di Perbatasan Papua

Kepala TK Pembina Negeri Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Albertina Insyur, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya pada tahun 2025.

Sekolah yang berada di tapal batas Indonesia–Papua Nugini tersebut memperoleh empat menu bantuan, yakni rehabilitasi tiga ruang kelas baru (RKB), pembangunan toilet, pembangunan ruang kelas tambahan, serta pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

“Kami sangat bersyukur dengan revitalisasi ini. Bertahun-tahun sekolah kami belum tersentuh pembangunan. Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Kemendikdasmen yang telah memberikan perhatian kepada kami. Semua murid sangat bahagia karena kini memiliki fasilitas baru dan lingkungan belajar yang jauh lebih nyaman,” ujar Albertina.

Ia menjelaskan, skema pembangunan swakelola juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warga terlibat langsung dalam proses pembangunan sehingga tumbuh rasa memiliki terhadap sekolah. Selain itu, aktivitas pembangunan turut menggerakkan perekonomian lokal, mulai dari toko material hingga kios kecil.

“Kami berharap program revitalisasi ini terus berlanjut agar murid kami semakin giat belajar dan kelak menjadi generasi emas Indonesia 2045,” tuturnya.

Perubahan Nyata di Lombok Utara

Dampak serupa dirasakan SMP Islam Darul Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Kepala sekolah Ihsan Sopiandi menyebutkan bahwa pada tahun 2025 sekolahnya menerima enam menu pembangunan, yaitu empat ruang kelas baru, laboratorium IPA, ruang administrasi, ruang UKS, ruang perpustakaan, serta toilet.

Seluruh pembangunan rampung pada akhir 2025 dengan total anggaran lebih dari Rp2,9 miliar.

“Program revitalisasi ini membawa perubahan nyata. Sebelumnya kami kekurangan ruang belajar, kini seluruh murid dapat belajar dengan nyaman di ruang kelas yang representatif,” ungkap Ihsan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Menurutnya, peningkatan fasilitas berdampak langsung terhadap citra sekolah dan kepercayaan masyarakat.

Orang tua kini semakin yakin menyekolahkan anaknya di SMP Islam Darul Bayan. Selain itu, manajemen sekolah menjadi lebih tertata dengan adanya ruang administrasi yang memadai.

“Dengan ruang kantor yang layak, berkas tersimpan rapi dan pelayanan pembelajaran menjadi lebih efektif,” tambahnya.

Lingkungan Belajar Lebih Aman dan Nyaman

Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri 1 Loloan, Kabupaten Lombok Utara, Sahrir. Sekolahnya memperoleh pembangunan ruang administrasi, ruang kelas baru, toilet, ruang UKS, serta rehabilitasi perpustakaan.

Ia menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan melalui unsur komite sekolah dan Ketua Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP). Material bangunan pun dibeli dari lingkungan sekitar sehingga membantu perekonomian lokal.

“Dampak revitalisasi sangat signifikan. Kini peserta didik tidak lagi belajar di lantai perpustakaan karena keterbatasan ruang kelas. Guru juga dapat mengajar lebih optimal karena sarana belajar sudah memadai,” terang Sahrir.

Target 60 Ribu Sekolah Tahun 2026

Ketiga kisah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan secara inklusif, termasuk di wilayah 3T. Program ini juga masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi bukan sekadar memperbaiki gedung rusak, melainkan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung transformasi karakter peserta didik.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, tahun 2026 kami menargetkan penambahan 60 ribu satuan pendidikan penerima revitalisasi agar mutu pendidikan dapat dirasakan di seluruh penjuru negeri,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada 2025 Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah merevitalisasi 14.072 satuan pendidikan, terdiri dari 1.515 PAUD, 6.328 SD, 3.989 SMP, dan 2.240 SMA. Khusus wilayah 3T, revitalisasi mencakup 76 PAUD, 419 SD, 325 SMP, dan 129 SMA.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu