Suasana penuh kekhidmatan dan keceriaan tampak memenuhi kawasan Wisata Religi Miniatur Ka’bah Curasahwo, Gending, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (2/12/2025).
TK ABA 2 Pendil dan Kelompok Belajar (KB) Melati Aisyiyah menggelar kegiatan Manasik Haji yang diikuti oleh seluruh peserta didik dari kedua lembaga.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman pembelajaran spiritual yang berkesan sejak usia dini, sekaligus menjalin sinergi antara sekolah, guru, dan wali murid.
Sejak pagi para siswa terlihat sangat antusias. Dengan mengenakan pakaian ihram mini dan busana muslim putih, anak-anak tampak gembira mengikuti barisan rombongan jamaah haji cilik.
Para guru dan wali murid turut mendampingi dengan penuh perhatian, memastikan proses pembelajaran berlangsung aman, tertib, dan menyenangkan.
Rangkaian manasik dilaksanakan secara lengkap meliputi pembelajaran niat ihram, thawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, melempar jumrah, hingga tahallul.
Guru memberikan penjelasan sederhana di tiap tahapan, sehingga anak-anak tidak hanya menirukan gerakan, tetapi juga memahami makna ibadah secara bertahap.
Kepala TK ABA 2 Pendil, Nanik Hermawati, S.Pd, menyampaikan bahwa pembelajaran manasik haji merupakan bagian dari pembiasaan pendidikan karakter berbasis Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di sekolah.
“Kami ingin sejak dini anak-anak mengenal dan mencintai ibadah. Dengan praktik langsung seperti ini, anak belajar sabar, tertib, mandiri, dan saling membantu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KB Melati Aisyiyah, Bu Ninis, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan ini merupakan pelaksanaan perdana bagi lembaganya.
“Ini manasik pertama untuk peserta didik KB Melati. Kami bangga karena meski usia mereka lebih kecil, mereka semangat mengikuti semua tahapan. InsyaAllah momentum ini menjadi pengalaman spiritual awal yang berkesan bagi anak-anak,” tuturnya.
Menurut petugas wisata religi Miniatur Ka’bah, kegiatan ini tercatat sebagai manasik haji tingkat TK dengan jumlah peserta terbanyak yang pernah dilaksanakan di lokasi tersebut.
Antusiasme luar biasa para peserta, guru, dan wali murid membuat pelaksanaan berlangsung meriah namun tetap penuh nilai edukasi.
Para wali murid memberikan apresiasi yang tinggi kepada sekolah. Banyak dari mereka mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang tidak didapatkan hanya melalui pembelajaran dalam kelas.
Momen ketika anak berdoa, thawaf, atau melempar jumrah menjadi pengalaman berharga yang tak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga mempererat kedekatan emosional antara anak dan orang tua.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, pembagian souvenir, dan sesi foto bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran kegiatan.
Anak-anak tampak sangat bangga dan bahagia karena dapat menyelesaikan seluruh rangkaian manasik hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, TK ABA 2 Pendil dan KB Melati Aisyiyah berharap terbentuk generasi muslim yang berakhlak mulia, mencintai ibadah, serta semakin dekat dengan masjid dan al-Quran sejak usia dini.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments