Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ribuan Warga Aisyiyah Lamongan Ramaikan Pink Blue Day

Iklan Landscape Smamda
Ribuan Warga Aisyiyah Lamongan Ramaikan Pink Blue Day
pwmu.co -
Hj Siti Dalilah Candrawati. (Nelly Izzatul/PWMU.CO)

PWMU.CO – Pink Blue Day bukanlah gerakan emak-emak tanpa makna. Tapi sebagai bentuk kepedulian Aisyiyah untuk umat, bangsa, dan negara. Bahwa Aisyiyah peduli terhadap masalah kesehatan kaum perempuan, terlebih permasalahan kanker.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur Dra Hj Siti Dalilah Candrawati MAg dalam rangka Peringatan Hari Kanker (Pink Blue Day) dan Peringatan Hari Ibu yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan, Ahad (23/12/18).

Di hadapan lebih dari 1.500 warga Aisyiyah Lamongan yang memenuhi Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Brondong, Dalila menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Aisyiyah terhadap pemerintah.

“Saya yakin Dinas Kesehatan akan memberikan apresiasi ketika Aisyiyah mengadakan kegiatan Pink Blue Day ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kanker. Dan perlu diketahui bahwa kanker payudara juga berpotensi menimpa kaum laki-laki lho Pak,” tutur Dalila kepada tamu undangan laki-laki seperti Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan KH Hakam Mubarak, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong Mat Iskan, dan Camat Brondong Sariyono.

Dalila mengajak kepada seluruh kader Aisyiyah untuk peduli terhadap masalah kanker dengan cara melakukan pemeriksaan sejak dini.

“Tidak sekadar peringatan setiap tahun, tapi harus ada deteksi dini. Lakukan tes IVA. Bagaimana kita siap dan sadar dari awal. Jangan sampai kanker ketahuannya sudah terlambat,” tegasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ribuan peserta memadati GDM Brondong. (Nelly Izzatul/ PWMU.CO)

Selain itu dalam memperingati momentum Hari Ibu, Dalila mengingatkan kepada seluruh warga Aisyiyah untuk merefleksikan kembali peran kebangsaan Aisyiyah.

“Jauh sebelum kemerdekaan, di saat perempuan masih berkutat pada dapur, sumur, kasur, Aisyiyah dengan dua kadernya Siti Munjiyah dan Siti Hayinah sudah go public dan menjadi anggota komite dalam Kongres Perempuan tahun 1928 untuk mendakwahkan amar makruf nahi munkar,” ujarnya.

Maka kita sebagai kader Aisyiyah, sambungnya, harus mampu menyuarakan kebenaran, memiliki inisiasi, mampu menyelesaikan urusan keumatan, di sisi lain urusan dapur tetap berjalan.

Dalila mengapresiasi PDA Lamongan yang dapat melakukan rangkaian kegiatan Pink Blue Day dengan meriah dan diikuti lebih dari 1.500 peserta.

“Hebatnya Aisyiyah dapat melakukan dua kegiatan dalam satu waktu. Aisyiyah Lamongan ini sudah banyak melakukan program terutama kesehatan. Saya yakin jika Bapak Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan belum tentu semua dapat berseragam seperti ini. Tapi ibu-ibu Aisyiyah hebat dapat menghijaukan Gedung Dakwah Muhammadiyah Brondong,” tuturnya. (Nely Izzatul)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu