PWMU.CO – Halaman SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung, Paciran, Lamongan, menjadi titik kumpul utama dalam perayaan malam yang meriah di Desa Sendangagung. Suasana malam pecah oleh sorak sorai ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab hingga ke area Watungkal Edupark. Festival budaya tahunan bertajuk Festival Sego Muduk dan Batik Carnival 2025 kembali digelar dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat.
Festival yang digelar pada Rabu (30/7/2025), pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB ini merupakan tradisi tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Sendangagung. Festival ini menampilkan berbagai rangkaian acara menarik yang memadukan kekayaan budaya lokal dengan semangat kebersamaan.
Acara dimulai dengan kirab 44 maskot batik, yang merupakan perwakilan dari komunitas masyarakat. Kirab dimulai dari halaman SMP Muhammadiyah 12 Sendangagung dan berakhir di Watungkal Edupark, pusat kegiatan budaya dan wisata yang menjadi ikon desa Sendangagung.
Dengan kostum penuh warna dan sentuhan batik khas Lamongan, para maskot berjalan menelusuri rute kirab sambil menampilkan ekspresi kreatif yang mencerminkan nilai-nilai tradisional dan modernitas. Penampilan para maskot disambut hangat oleh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang tua yang antusias menonton dari pinggir jalan.
Setibanya di Watungkal Edupark, setiap maskot diberi kesempatan untuk melakukan show singkat di lokasi utama, memperagakan tema dan filosofi batik yang mereka bawa. Sorak sorai dan tepuk tangan bergemuruh dari penonton yang menyaksikan parade budaya tersebut.
1000 Porsi Sego Muduk Gratis untuk Warga Sekitar
Setelah kirab dan show maskot, acara dilanjutkan dengan kenduri makan bersama 1000 porsi sego muduk secara gratis untuk seluruh warga dan tamu undangan. Sego muduk, makanan khas Lamongan yang kaya rempah dan sarat makna tradisi, menjadi simbol keberkahan dan kebersamaan dalam festival ini.
Masyarakat setempat dan warga sekitar beramai-ramai dalam suasana yang hangat dan akrab, menikmati hidangan sambil bersenda gurau. Kenduri ini bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi bentuk syukur dan penghargaan terhadap budaya kuliner lokal yang perlu terus dilestarikan.
Kemeriahan festival ini turut disaksikan oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara ST BEng MSc, yang hadir langsung di tengah masyarakat bersama jajaran perangkat pemerintah daerah. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan konkret terhadap upaya pelestarian budaya desa dan pengembangan wisata lokal.
Dalam sambutannya, Dirham Akbar menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat dan panitia pelaksana.
“Festival ini adalah bukti bahwa masyarakat Desa Sendangagung mampu menjaga tradisi dengan cara kreatif dan penuh semangat kebersamaan. Ini adalah aset budaya Lamongan yang patut dibanggakan,” ujarnya.
Acara juga dihadiri oleh Kepala Desa Sendangagung beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ribuan warga dari desa sekitar yang ikut meramaikan jalannya kegiatan.
Sebagai penutup, festival menyuguhkan hiburan musik dari grup lokal yang menambah semarak malam budaya tersebut. Alunan musik tradisional dan modern berpadu menghiasi malam hingga acara berakhir dengan penuh kegembiraan dan kesan mendalam.
Festival Sego Muduk dan Batik Carnival, kini telah menjadi identitas budaya Desa Sendangagung yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi antarwarga, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, dan pelestarian seni budaya lokal.
Dengan antusiasme yang terus meningkat dari tahun ke tahun, festival ini membuktikan bahwa kekuatan budaya lokal mampu menjadi fondasi utama dalam membangun desa yang maju, mandiri, dan berbudaya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments