Di Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, Kamis (21/8/2025) sore, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kelompok 16 menutup program pengabdiannya dengan cara istimewa.
Mereka tidak hanya pamit dari warga, tetapi juga mempersembahkan karya bersama petani desa: Beras Rice Berani, produk pangan yang lahir dari semangat kolaborasi dan keberanian menghadapi tantangan.
Produk ini bukan sekadar beras biasa. Rice Berani merupakan hasil pendampingan mahasiswa bersama para petani Desa Ngasin untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi, sehat, dan siap bersaing di pasaran.
Nama Rice Berani dipilih dengan makna ganda: “beras” sebagai hasil tani, serta “berani” sebagai semangat warga desa dalam menghadapi tantangan pangan dan ekonomi.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat, bukan hanya bagi Desa Ngasin, tetapi juga sebagai inspirasi bagi desa lain,” ujar Koordinator Kelompok 16, saat memberi sambutan.

Acara launching ditandai dengan pemotongan pita pada kemasan pertama Rice Berani. Tepuk tangan meriah terdengar, disertai senyum bangga para petani yang selama sebulan terakhir bekerja sama dengan mahasiswa KKN dalam proses pengemasan, branding, hingga strategi pemasaran.
Kepala Desa Ngasin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi. “Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa. Rice Berani ini bukan hanya produk, tapi simbol keberanian warga desa untuk maju, mandiri, dan percaya diri dalam mengelola potensi yang ada.”
Selain launching, penutupan KKN juga diwarnai penyerahan cinderamata kepada pemerintah desa. Dengan berakhirnya program KKN pada 21 Agustus 2025, Kelompok 16 meninggalkan warisan nyata: sebuah produk pangan yang diharapkan terus berkembang. Warga pun percaya, Rice Berani akan menjadi langkah awal bagi Desa Ngasin menuju desa yang mandiri dan berdaya saing.
Ke depan, masyarakat berharap Rice Berani tidak berhenti pada kemasan perdananya. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan mitra usaha, produk ini diyakini mampu membuka peluang baru, baik dalam peningkatan ekonomi keluarga petani maupun penguatan identitas desa sebagai penghasil beras unggulan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments