Merawat kebersamaan antar kader aktivis Pemuda Muhammadiyah bukanlah perkara mudah, terutama bagi para alumni yang kini telah terpencar oleh jarak tempat tinggal dan kesibukan pekerjaan. Namun, Alumni Aktivis Pemuda Muhammadiyah Bubutan Barat (Bubar) angkatan 1990-an membuktikan bahwa semangat perjuangan tidak pernah padam. Mereka tetap konsisten menggelar kegiatan rutin tahunan sebagai upaya merefresh ruh perjuangan Muhammadiyah di mana pun berada.
Bubar sendiri merupakan singkatan dari Bubutan Barat, yang pada era 1990-an merupakan satu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Seiring penataan wilayah administratif kecamatan, PCM tersebut kemudian terpisah menjadi dua, yakni PCM Bubutan dan PCM Krembangan.
Pada tahun ini, kegiatan Rihlah Dakwah dilaksanakan di Yogyakarta, dengan tujuan mengenang dan menelusuri jejak perjuangan K.H. Ahmad Dahlan, khususnya di Kampung Kauman, Karangkajen, dan Kotagede.
“Rihlah dakwah ini dikemas untuk mengenang perjuangan K.H. Ahmad Dahlan, khususnya di Kampung Kauman. Kegiatan ini diadakan agar para kader Bubar tetap memiliki jiwa perjuangan, di mana pun berada dan apa pun profesinya,” ujar M. Arif An, yang akrab disapa Panglima di komunitas Alumni Aktivis Pemuda Muhammadiyah Bubar.

Kegiatan Rihlah Dakwah yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (17–18/2026), diikuti oleh 26 aktivis. Selama perjalanan, rombongan dipandu oleh Mustofa W. Hasyim, Redaktur Senior Suara Muhammadiyah sekaligus penyair, yang memberikan penjelasan sejarah secara mendalam dan komunikatif.
“Kegiatan rihlah dakwah dari Surabaya ini sangat baik untuk mengasah kader agar tetap istiqamah dalam perjuangan. Kami mengunjungi peninggalan sejarah pendirian Muhammadiyah, seperti Langgar Kidul yang dahulu menjadi saksi penentuan arah kiblat yang sempat menuai penentangan, serta berbagai legacy perjuangan K.H. Ahmad Dahlan,” terang Mustofa W. Hasyim saat memandu rombongan menyusuri gang-gang Kampung Kauman.
Rihlah Dakwah ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Pasalnya, tidak sedikit kader yang baru pertama kali mengunjungi rumah dan makam K.H. Ahmad Dahlan.
Selain itu, rombongan juga menapaki jejak awal Amal Usaha Muhammadiyah, seperti TK ABA dan SD Muhammadiyah pertama, Musholla Aisyiyah, Kantor PWM DIY, Museum Kotagede, Panti Asuhan Muhammadiyah Putra Yogyakarta sebagai panti pertama yang didirikan, hingga ditutup dengan kunjungan ke Masjid Jogokaryan.
Melalui Rihlah Dakwah ini, Alumni Aktivis Pemuda Muhammadiyah Bubar berharap semangat perjuangan, persaudaraan, dan nilai-nilai dakwah Muhammadiyah terus terawat, sekaligus diwariskan lintas generasi sebagai bekal meneguhkan gerakan Islam berkemajuan.






0 Tanggapan
Empty Comments