Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar kegiatan Rihlah Ilmiah pada Jumat (6/2/2026) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri kelas VI Diniyah / kelas XII Madrasah Aliyah Muhammadiyah 9 Al Mizan Lamongan.
Rombongan dipimpin langsung oleh Mudir Pondok Pesantren Al Mizan, Mujianto MPdI, didampingi jajaran pimpinan pondok serta seluruh ustadz dan ustadzah.
Dalam sambutannya, Mujianto MPdI menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menuturkan bahwa rencana awal kunjungan sebenarnya dijadwalkan pada hari Sabtu, namun atas kehendak Allah SWT, rombongan justru diterima pada hari Jumat.
“Manusia boleh merencanakan, tetapi Allah yang menentukan. Diterimanya kami pada hari Jumat ini adalah nikmat Allah yang luar biasa. Mudah-mudahan ini benar-benar menjadi Jumat berkah, bukan hanya sarapan, tetapi juga mendapatkan inspirasi, motivasi, dan gambaran impian masa depan anak-anak,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya bersyukur atas nikmat kesehatan, kesempatan, dan keberkahan hidup, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pihak UMM yang telah menerima rombongan santri dari Lamongan.
Mujianto juga memperkenalkan Pondok Pesantren Al Mizan sebagai lembaga pendidikan yang menaungi berbagai jenjang, mulai dari TK, SLB, MTs, MA hingga Pondok Pesantren. Santri yang mengikuti rihlah ini berjumlah 76 orang, terdiri dari santri putra dan putri.
Ia menjelaskan bahwa kunjungan ke UMM bertujuan agar santri dapat melihat langsung suasana kampus, tidak hanya mengenalnya melalui internet atau brosur.
“Kami ingin anak-anak melihat lebih dekat bagaimana lingkungan kampus, supaya tumbuh cita-cita dan harapan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Siapa tahu ada hati yang tertinggal di sini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mujianto juga menyampaikan bahwa Al Mizan memiliki santri dari berbagai latar belakang, termasuk santri muassasah yang dibiayai melalui dana donatur sebagai bentuk pengamalan nilai Surah Al-Ma’un. Hal ini, menurutnya, menjadi bagian dari dakwah sosial Muhammadiyah sejak Panti Asuhan Al Mizan berdiri pada tahun 1985.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf apabila kehadiran rombongan santri mengganggu aktivitas kampus.
“Anak-anak kami ini berasal dari desa-desa, mungkin ramai dan banyak bertanya. Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga kunjungan ini membawa manfaat dan kebaikan bagi kedua belah pihak,” pungkasnya.
Kegiatan rihlah ilmiah ini diharapkan mampu membuka wawasan santri tentang dunia pendidikan tinggi serta memotivasi mereka untuk terus melanjutkan pendidikan dan berkontribusi bagi umat dan bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments