Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Aisyiyah Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, menggelar kegiatan Rihlah Dakwah ke Yogyakarta pada Sabtu–Ahad (4–5/10/2025).
Kegiatan ini menjadi momen penuh makna bagi warga persyarikatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneladani perjuangan Kiai Ahmad Dahlan di tanah kelahiran Muhammadiyah.
Napak Tilas dan Ziarah Penuh Makna
Rombongan PRM dan Aisyiyah Kalidawir mengawali perjalanan dengan kunjungan ke Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, yang dikenal sebagai simbol kemakmuran masjid dan pusat gerakan dakwah berbasis jamaah.
Di sana, para peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung tentang sistem manajemen masjid yang profesional dan mandiri.
“Masjid Jogokariyan menjadi bukti nyata bagaimana semangat gotong royong dan transparansi dapat menghidupkan masjid sebagai pusat peradaban umat,” ujar salah satu peserta dengan penuh kekaguman.
Perjalanan dilanjutkan dengan tapak tilas ke Kampung Kauman, tempat lahirnya Muhammadiyah. Di kawasan bersejarah ini, peserta diajak menyusuri jejak perjuangan Kiai Ahmad Dahlan yang berjuang memperbaharui cara berpikir umat Islam melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan sosial.
Tidak hanya itu, rombongan juga melaksanakan ziarah ke makam pendiri Muhammadiyah tersebut. Suasana khidmat menyelimuti prosesi ziarah, di mana seluruh peserta larut dalam doa dan rasa syukur atas jasa besar sang pahlawan pembaharu Islam Indonesia.
“Melihat langsung rumah tempat Kiai Ahmad Dahlan berdakwah membuat hati kami bergetar. Seakan kami diingatkan kembali tentang pentingnya berjuang dengan ikhlas dan berkemajuan,” ungkap Ketua Panitia Rihlah, Moch Hidayatul Rizky.
Wujud Program Kerja dan Kebersamaan Persyarikatan
Kegiatan rihlah ini merupakan bagian dari program kerja tahunan PRM dan Aisyiyah Kalidawir. Setelah sebelumnya mengadakan rapat kerja di Masjid Al-Fattah Tulungagung, tahun ini mereka memilih Yogyakarta sebagai tujuan untuk memperluas wawasan dakwah dan memperkuat ukhuwah.
Menurut Ketua PRM Kalidawir, Drs. H. Aunur Rofiq, kegiatan ini bukan sekadar wisata rohani, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan antarwarga Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam satu semangat perjuangan.
“Saya sangat bangga karena warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kalidawir begitu antusias mengikuti kegiatan ini. Semoga rihlah ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi dan kolaborasi antarprogram di lingkungan persyarikatan,” ujarnya dalam sambutan penutupan.
Beliau juga menambahkan bahwa semangat kebersamaan seperti inilah yang menjadi fondasi kemajuan Muhammadiyah di tingkat ranting. “Insyaallah, kami ingin Pimpinan Ranting Kalidawir menjadi ranting yang unggul dan berkemajuan, sebagaimana cita-cita besar Muhammadiyah,” tambahnya.






0 Tanggapan
Empty Comments