Search
Menu
Mode Gelap

Rilis Buku Pendidikan Agama Islam di Era Digital Karya Kader Muhammadiyah

Rilis Buku Pendidikan Agama Islam di Era Digital Karya Kader Muhammadiyah
pwmu.co -

Buku baru berjudul Paradigma Pendidikan Agama Islam di Era Transformasi Digital ini seolah menjadi penegas Lamongan sebagai kabupaten yang tidak kekurangan kader literasi. Salah satu penulis adalah Nashrul Mu’minin — yang notabene aktivis Muhammadiyah dan seorang content writer.

Di launching di Lamongan pada Sabtu (16/8/2025), buku ini cukup menarik perhatian sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan Islam.

Buku terbaru terbitan Penerbit Naga Pustaka Yogyakarta ini hadir pada momentum yang tepat. Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan.

Pendidikan Agama Islam (PAI), sebagai pilar pembentukan karakter generasi muda, dituntut untuk beradaptasi agar tetap relevan. Menjawab tantangan tersebut, Nashrul bersama Lely Nur Hidayah Syafitri, Ardi Azhar Nampira, Mursyidi, dan Arnes Yuli Vandika menghadirkan gagasan strategis tentang kontekstualisasi pendidikan Islam di era digital.

Buku ini menyoroti bagaimana paradigma PAI dapat memiliki kesesuaian dengan kebutuhan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Melalui pendekatan yang komprehensif, para penulis menawarkan perspektif baru yang tidak hanya teoretis, tetapi juga praktis.

Kehadirannya menjadi kontribusi penting bagi dunia pendidikan, khususnya dalam merumuskan strategi membangun generasi yang religius sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Buku tidak hanya mengulas teori dasar Pendidikan Agama Islam (PAI), tetapi juga menyoroti isu strategis seperti penguatan kompetensi guru, perancangan kurikulum dinamis, hingga penerapan teknologi dalam pembelajaran.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selain itu, buku ini juga menekankan pentingnya literasi digital dalam perspektif Islam. Mulai dari upaya menangkal informasi hoaks, mencegah radikalisme digital, hingga menjaga moralitas di ruang maya.

Perhatian pembentukan akhlak

Lebih jauh, karya ini menaruh perhatian khusus pada pembentukan akhlak di dunia digital yang kerap terabaikan. Topik-topik lain seperti inklusivitas pendidikan Islam, peran keluarga, dan media digital Islami turut memperkaya isi buku.

Sebagai kader Muhammadiyah, Nashrul menegaskan bahwa peran pemuda tidak sebatas wacana, melainkan juga melalui karya nyata. Buku ini dapat menjadi rujukan penting bagi pendidik, mahasiswa, dan pegiat literasi Islam, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya di era transformasi digital.***

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments