Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar Focus Group Discussion (FGD) Riset Buku Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur sekaligus Konsolidasi MPID Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di At-Taawun Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (13/12/2025).
FGD tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan buku Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur yang tengah digarap oleh tim penulis. Diskusi dipandu Ketua Tim Penulis Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur, Dr. Moh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D., yang mengarahkan jalannya dialog sekaligus pendalaman materi riset yang telah dihimpun.
Dalam pemaparannya, tim penulis yang diwakili Teguh Imami, S.Hum., M.Sosio. dan Azrohal Hasan, M.Hum. menyampaikan sejumlah temuan penting hasil riset sejarah Muhammadiyah di Jawa Timur. Teguh Imami menjelaskan bahwa buku yang sedang disusun merupakan kelanjutan dari karya sebelumnya berjudul Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921–2005.
“Riset terbaru menunjukkan adanya perbedaan pola dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur sebelum dan sesudah era 2000-an,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, sebelum tahun 2000-an, dakwah Muhammadiyah lebih banyak berfokus pada upaya pemberantasan praktik tahayyul, bid’ah, dan churafat.
“Memasuki era 2000-an, corak dakwah Muhammadiyah semakin inklusif dan adaptif terhadap perubahan sosial,” imbuhnya.
Sementara itu, Azrohal Hasan menambahkan bahwa wujud dakwah inklusif tersebut dapat dilihat, antara lain, melalui pelaksanaan Kajian Ramadan yang rutin digelar setiap bulan suci.
“Kajian Ramadan menjadi salah satu media dakwah tahunan yang terus berkembang dan diterima luas oleh masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa arah dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan mengalami perkembangan signifikan. Di sektor pendidikan, Muhammadiyah mulai menyasar masyarakat kelas menengah ke atas melalui pengelolaan lembaga pendidikan yang lebih kompetitif. Adapun di bidang kesehatan, rumah sakit Muhammadiyah tidak hanya berfungsi sebagai layanan medis, tetapi juga dimaksimalkan sebagai sarana dakwah dan pelayanan umat.
Melalui penulisan sejarah Muhammadiyah Jawa Timur ini, para penulis berharap dapat mendorong daerah-daerah di Jawa Timur untuk menuliskan sejarah Muhammadiyah di wilayah masing-masing. Dengan demikian, jejak dakwah dan perjuangan persyarikatan dapat terdokumentasi secara utuh dan berkelanjutan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments